Free Palestina! Save al-Aqsha!
Begitu banyak masyarakat dunia yang bereaksi atas kebiadaban Israel atas rakyat Palestina. Hari ini, sebuah aksi ribuan massa dikerahkan di pusat kota Jakarta. Saya memang bukan termasuk salah satu dari mereka yang terjun ke jalan, karena mungkin bukan di sana tempat yang tepat untuk saya saat ini.
Namun kepedihan itu terasa begitu dalam di hati saya melihat betapa brutalnya tentara Israel menghujani anak-anak dan kaum perempuan yang tak layak (sangat tidak layak malah) dijadikan sasaran peluru dan pembantaian di medan perang. Rasanya dunia sudah buta jika masih ada yang membenarkan perbuatan Israel tersebut, dan mungkin hati kita sudah mati jika masih tak tersentuh melihat penderitaan yang begitu memilukan dari saudara kita di belahan bumi kenabian sana. 
Tak hanya tentaranya, rakyat sipil Israel pun tak kalah beringasnya terhadap kaum Muslim yang berada di wilayah mereka. Lihatlah bagaimana seorang wanita Israel menarik kerudung seorang wanita Palestina dan seorang bocah Israel menendangkan kakinya seperti dalam foto di samping ini, begitulah reaksi kebencian mereka terhadap kaum Muslim. Jadi bohong jika kebiadaban itu hanya dilakukan oleh tentara Israel saja, karena kepada seluruh rakyat Israel memang sudah ditanamkan kebencian mendalam terhadap ummat Islam di belahan dunia mana pun. Dan ini adalah fakta.
Lalu apakah kita masih tidak mau peduli? Padahal hakikat dari kebiadaban yang dialami rakyat Palestina ini adalah kebiadaban terhadap agama dan sekuruh ummat Islam di dunia. Sebab ada hadist yang mengatakan bahwa ummat Islam itu ibarat satu tubuh, jika satu anggota tubuh menderita sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakitnya. 
Mungkin kita tak bisa membantu lebih, tapi sedikit rezeki yang kita sisihkan (berapapun itu) tentulah sangat berarti bagi mereka dan berpahala besar di sisi Allah. Jika pun itu tak mampu kita lakukan, kiriman doa yang tulus pun tentu tetap jadi bantuan tak ternilai bagi saudara-saudara kita di sana. Karena doa adalah senjata bagi seorang Muslim.
Saat ini Palestina. Besok, lusa, bulan depan, tahun depan giliran siapa? Tak ada yang bisa menjamin bahwa kita tidak mungkin mengalaminya. Na’udzubillahi min dzalik!
Nah bagi saudara Muslim yang ingin memberi bantuan dana, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan MER-C siap menyalurkannya. Insya Allah lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan ini bisa dipercaya. Saat tulisan ini saya posting, Tim Medis BSMI yang diketuai Dokter Basuki bersama Depkes sudah sampai di Amman, Yordan. Semoga perjalanan mereka lancar dan dimudahkan Allah sampai missi kemanusiaan ini selesai. Amin. (V)
Dukung Misi Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia dan MER-C Untuk Palestina dengan menyalurkan bantuan anda ke:
BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)








