Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

Persahabatan antara Jakarta dan Gaza

Senin, April 6th, 2009
drpritaSebenarnya hal ini sudah cukup lama saya baca dan ingin saya posting di sini, tapi berhubung sibuk dengan urusan lain (ehm!) jadi baru teringat sekarang. Apa yang menarik dari postingan kali ini? Mengutip redaksi BSMI, ini adalah surat menyurat melalui email antara Relawan BSMI, dr. Prita Kusumangsih, SPOG yang pernah ke Gaza untuk bantuan kemanusiaan, dengan salah satu petugas administrasi RS Asy Syifa Gaza, bernama Samya. Mereka bertemu di RS itu dengan alasan yang sama, menolong pasien-pasien yang menjadi korban serangan Israel ke Gaza.

Walaupun relawan BSMI telah kembali ke Indonesia, namun persahabatan tetap terjalin dengan memberikan informasi-informasi terkini baik di Gaza dan di Indonesia. Berikut ini adalah cuplikan surat diantara mereka. Sebenarnya surat itu ditulis dalam bahasa Inggris, namun di sini akan dimuat terjemahannya saja.

(Surat dari dr. Prita)

Assalamu’alaikum wr.wb.
Apa kabar saudaraku?
Alhamdulillah saya telah tiba di Indonesia sekarang dan sedang dalam keadaan baik. Saya berharap Anda dan segenap keluarga juga dalam kedaaan yang baik-baik pula. Bagaimana keadaan di Gaza? Saya mendengar bahwa besok perbatasan Rafah akan tutup? Jadi, kami hanya bisa menuju Gaza melalui perbatasan El Auga dan Kareem Abu Shaloom. Bisakah Anda mengirimkan peta perbatasan itu kepada kami? Bagaimana dengan surat dari anak-anak yang akan Anda terjemahkan? Apakah ada surat dari anak-anak dari Gaza juga? Bolehkah saya membacanya? Kini, Indonesia sedang musim hujan dan banyak terjadi banjir di bebarapa wilayah. Orang-orang mesti meninggalkan rumahnya dan tinggal di penampungan karena air tergenang dimana-mana. Baik, saya berharap Anda menjawab email saya sehingga silaturahmi kita tetap terjaga.
Semoga Allah memberikan jalan yang termudah bagi kita.
Wassalamu’alaikum wr.wb

dr. Prita (BSMI)
Jakarta-Indonesia


(Surat balasan dari Samya)

Wa’alaikum salam, saudaraku..
Apa kabar? Saya pikir sangat bahagia telah kembali ke rumah. Sungguh, kami sangat menghargai usaha kalian semua berusaha untuk mengurangi penderitaan para korban yang terluka dan membantu warga Palestina. Keadaaan di Gaza sudah lebih baik namun masih belum stabil dan kami hanya menunggu setiap penyerangan atau agresi yang baru. Kami berharap lebih baik tentunya, dan kami ingin kalian semua berdoa kepada Allah untuk keselamatan kami.

Saya terlambat membalas pesan Anda karena pemadaman listrik terus menerus akibat kekurangan pasokan gas di Gaza. Hampir setiap waktu kami hidup dalam kegelapan. Terlebih, kekurangan atas kebutuhan pokok dan obat-obatan masih menjadi masalah serius. Ya, mereka telah menutup perbatasan Gaza kecuali untuk para korban yang terluka yang bisa keluar masuk jalur Gaza. Sangat sulit dengan menggunakan pintu perbatasan yang lain dikarenakan Israel sudah sangat mengontrolnya.

Saya sedang berusaha menemukan peta yang Anda minta dan akan mengirimnya sesegera mungkin dan juga suratnya. Cuaca di sini baik-baik saja tanpa hujan meskipun saat ini musim dingin. Beberapa orang di sini melakukan sholat Istisqa memohon diturunkannya hujan dan di sini tidak adanya musim panas. Secara umum, kami baik-baik saja namun kami masih menunggu keadaan yang terburuk, yakni kemenangan Partai Likud pada pamilu Israel yang akan digelar pada 10 Februari nanti.
Terima kasih sudah menulis surat dan segala kebaikannya. Mudah-mudahan Allah memberikan kepada Anda kedamaian dan kebahagiaan.

Samya (Asy Syifa Hospital)
Gaza-Palestina

Hm… indah sekali ya sebuah persahabatan dan persaudaraan yang tulus. Saya bisa merasakannya, karena saya pun memiliki sahabat-sahabat yang saya catat di ruang khusus hati saya. Semoga persahabatan itu kelak memberi kebaikan di sisi Allah, amin… (V)

  • Share/Bookmark

Perjalanan BSMI ke Gaza

Jumat, Februari 13th, 2009

bsmi1Baru ingat, beberapa waktu yang lalu saya chatting sama dr. Prita Kusumaningsih, SpOG. Waktu itu beliau baru saja pulang dari Gaza, dan mengundang saya ikut konferensi pers di kantor BSMI Cililitan. Tapi berhubung hujan melulu, saya tidak jadi bisa ikut (maaf ya, Bu Prita). Padahal sebenarnya pingin banget mendengar langsung cerita para relawan yang sudah pergi kesana. Pasti seru dan mengharukan.

Benar juga kata dr. Prita waktu chatting itu, “Kalau saya penulis, mungkin sudah jadi beberapa buku.”

Karena begitu banyak kisah yang tentunya sangat menarik untuk dibukukan. Begitu banyak hikmah, pelajaran dan kesan yang terbawa sepulangnya dari sana. Saya jadi menghayal, kenapa bukan saya yang menjadi salah satu relawan itu, ya? Hehe, emang berani?

Oya, berikut foto-foto para relawan selama di sana;

bsmi5

Tiga unit mobil ambulans sumbangan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memasuki pintu perbatasan Raffah melalui Mesir.

bsmi6

Sebuah pecahan bom Isreal dipamerkan di sebuah pameran dekat Rumah Sakit Al-Syifa di Gaza. Menurut ketua umum Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS yang turut menyaksikan, bom tersebut terbukti menggunakan bom fosfor putih yang berbahaya. Fosfor putih dengan kekuatan kimiawi yang sangat tinggi dapat membakar tubuh manusia hingga ke tulang. Penggunaan bom fosfor putih dalam perang sebenarnya telah dilarang oleh PBB, namun pada kenyataannya Israel menggunakan bom tersebut dalam serangannya ke Palestina.

bsmi4

Relawan medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), dr. Jamaluddin, SpM mengoperasi mata seorang anak Palestina. Sebanyak tujuh tim medis terlibat pada operasi yang dilakukan di Rumah Sakit Uyum, Gaza ini. Operasi yang dilakukan di RS Uyum, Gaza, ini dilakukan sebagai bagian dari bantuan medis BSMI untuk warga Palestina akibat serangan Israel.

bsmi2

Sejumlah sukarelawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berfoto bersama anak-anak Palestina yang saat ini masih duduk di bangku sekolah. Berfoto dan bercengkarama bersama para sukarelawan asing yang datang ke Gaza merupakan hiburan tersendiri bagi anak-anak Palestina yang sehari-harinya dibombardir  oleh Israel.

Melihat foto-foto ini saja rasanya saya sudah cukup senang. Ternyata masih banyak yang peduli dengan rakyat Palestina. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kemampuan kepada para relawan tersebut hingga mereka tetap bisa menunaikan tugasnya dengan baik. Termasuk limpahan pahala tentunya. Amin. (V)

  • Share/Bookmark

Ketakutan itu memang ada…

Minggu, Februari 1st, 2009

israelSebagaimana disebutkan dalam laporan harian asy Syarq al Awsath (17/1/09), salah satu target terpenting militer Israel dalam serangannya ke Gaza adalah mendesak kelompok perlawanan agar mau keluar menuju wilayah terbuka, sehingga mereka dapat membunuhnya lebih banyak lagi. Diperkirakan, para pejuang sudah berpengalaman dan tidak mau mengulangi kesalahanya dua kali. Mereka tentu tidak mau menjadi bulan-bulanan pembantaian serdadu Zionis.

Beberapa radio Israel yang berbahasa Ibrani melansir pernyataan sejumlah pemimpin militer di wilayah selatan yang menyebutkan, ada perasaan frustasi yang meliputi sejumlah komandan militer Israel akibat keengganan pihak perlawanan memenuhi pancingan mereka. Sejumlah pasukan perlawanan malah bersembunyi di sejumlah terowongan dan banker atau menyelinap di gang-gang sempit permukiman. Hal ini tentu menyulitkan pesawat pengintai Israel (Apache) mengendus keberadaan mereka. Padahal tujuan meluaskan jangkauan serangan dengan melakukan operasi perang darat adalah memancing pasukan perlawanan agar mau keluar dari persembunyiannya menuju wilayah terbuka, hingga militer Israel dapat dengan bangga mengumumkan tentang kerugian besar yang diderita pasukan perlawanan. (Dikutip dari infopalestina.com)

Majalah Jerman Der Spiegel dalam laporannya menyebut tentara Rezim Zionis Israel ketakutan dan enggan dikirim ke Gaza. Seraya menyebut protes warga Israel atas serangan rezim ini ke Jalur Gaza, Spiegel menulis, orang-orang Israel yang memprotes serangan ke Gaza mengadakan aksi unjuk rasa yang ditindak keras oleh polisi rezim ini. Sejumlah pengunjuk rasa ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Tentara-tentara Israel juga melakukan unjuk rasa di depan Gedung Departemen Peperangan Israel dengan membawa spanduk bertuliskan “Kami tidak ingin pergi perang ke Gaza” dan “Menghancurkan Gaza sangat berbahaya”. Selain ketakukan tentara Israel dikirim ke Gaza ada poin penting lainnya bahwa tentara-tentara Israel sendiri meyakini bahwa serangan yang dilakukan ke Gaza itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam lanjutan laporannya Spiegel menyebutkan bahwa di hari pertama serangan ke Gaza, sekitar seribu orang penduduk Tel Aviv melakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan-jalan menentang militer rezim ini. Namun setelah berlalu sepekan, jumlah orang yang turun ke jalan melakukan demonstrasi bertambah menjadi lebih dari 10 ribu orang. Para saksi mata menyebut semua yang ikut dalam aksi unjuk rasa itu ditangkap oleh Rezim Zionis Israel.

Spiegel dengan mengutip seorang koordinator aksi unjuk rasa itu menulis, poin penting dari fenomena ini adalah demonstrasi yang dilakukan oleh para tentara di depan Gedung Departemen Peperangan Israel di Tel Aviv. Bayangkan, jumlah tentara yang menolak dikirim ke Gaza mencapai ratusan orang. (Dikutip dari Indonesian Radio)

Apakah ini pertanda bahwa ketakutan itu memang ada? Namun selalu ditutupi dengan kepongahan dan ambisi yang sudah tidak manusiawi? Saya jadi ingat sebuah artikel yang saya baca beberapa tahun silam, bahwa berada di medan perang bagi orang beriman ibarat menjemput kematian yang mulia, bayarannya adalah surga. Sementara bagi orang kafir berada di medan perang laksana menjemput sebuah kematian yang tragis.

Bahkan seorang panglima perang muslim pernah menyatakan, “Kami berperang untuk mendapatkan syahid, sedangkan musuh berperang untuk mempertahankan hidup!”

Tentu sangat bisa dipahami, jika militernya saja takut, apalagi rakyat sipil Israel, pasti memiliki ketakutan akan keselamatan nyawa mereka. Karena mereka juga suka menyakiti orang Palestina yang berada di wilayah mereka.  Siapa yang bisa bilang mustahil bahwa roket-roket HAMAS kelak akan menghantam tempat tinggal mereka sebagai sebuah balasan?  (V)

  • Share/Bookmark

Surat Terbuka Anak Palestina

Sabtu, Januari 24th, 2009

putri

Ucapan Selamat Datang dan Terima Kasih
Yang terhormat,
Bapak Suripto Joko Said,
Para Panitia Penyelenggara Muktamar,
Saudara dan Saudari Peserta Muktamar,
Dan hadirin sekalian.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Atas nama diri saya sendiri dan atas nama bangsa Palestina yang terluka, saya berterima kasih kepada Anda semua atas perhatian yang dalam terhadap problematika Palestina. Saya juga berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan realita dan kesulitan yang dialami oleh salah satu kelompok masyarakat Palestina, yaitu mereka yang mengalami luka-luka.

Saya datang dari Palestina yang terluka, dari Baitul Maqdis tempat keberadaan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, negeri para Nabi dan Rasul – alahissalam – tempat Mi’raj Rasulullah SAW, kiblat pertama ummat Islam, dan tempat suci ketiga mereka. Saya datang dari tengah penderitaan yang dialami oleh Ghaza yang diisolasi.

Saudara-saudara yang mulia tentu tahu bahwa sejak awal berlangsungnya Intifadhah Al-Aqsha 28 September 2000 telah jatuh korban luka-luka setiap hari hingga jumlahnya mencapai lebih dari 49.000 orang.

Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan kehidupan orang-orang Palestina yang terluka dan berbagai kesulitan yang mereka hadapi diantaranya masalah sosial, kesehatan, kejiwaan, dan dampak isolasi (blokade pemboikotan) atas kami bangsa Palestina, khususnya mereka yang terluka. Orang yang terluka tidak dapat berobat karena ditutupnya lintas perbatasan sedangkan sarana dan prasarana di Jalur Ghaza tidak mencukupi kebutuhan, minimal untuk menolong mereka yang terluka dari bahaya kematian.

Politik Kebijakan dan Perlakuan Musuh terhadap Warga Palestina.
Pendudukan dan penjajahan Yahudi selalu melakukan tindakan kezaliman dan penghancuran yang amat keji, serta menggunakan segala kekuatan brutal terhadap bangsa Palestina. Mereka menggunakan berbagai jenis senjata militer yang dilarang oleh dunia internasional seperti rudal pembakar, dan senjata penggergaji dan pemotong tubuh. Sehingga cukup banyak diantara kami yang terluka dan cacat karena kehilangan sebagian anggota tubuhnya baik mata, tangan, kaki atau lainnya. Kebanyakan diantara mereka adalah anak-anak dan remaja yang sedang berada di rumah atau sedang menyeberang jalan lalu diserang secara membabi buta.

Salah satu buktinya adalah pembantaian di Hay Ad-Daraj yang menelan korban 20 syuhada dan 100 luka-luka. Anda juga telah menyaksikan bagaimana bayi-bayi yang masih menyusu meninggal di bawah puing reruntuhan bangunan rumah mereka. Juga pembantaian keluarga ‘Atsamina yang menelan korban 18 syahid serta 50 luka-luka yang kebanyakan mereka mengalami cacat permanen. Ini adalah pembunuhan massal yang bertentangan dengan akhlak manusia dan undang-undang samawi.

Isolasi dan Pemboikotan.
Blokade dan isolasi yang zalim terhadap Ghaza telah merampas hak-hak korban terluka, meskipun sekadar hak mendapat obat dan perawatan, hingga bahan bakar untuk mobil ambulan untuk mengantar korban luka ke klinik atau RS pun tidak ada. Belum lagi pemutusan aliran listrik yang menyebabkan peralatan terkait pernafasan pasien tak dapat berfungsi sehingga banyak diantara korban luka akhirnya meninggal. Diantara kami juga tidak mendapatkan obat bius sehingga dokter terpaksa melakukan amputasi atau operasi tanpa bius seperti yang Anda saksikan. Bukankah ini pembunuhan sengaja dan berencana terhadap manusia??

Dampak Sosial
Saudara-saudara yang mulia, mari kita melihat bagaimana seorang anak kecil usia sekolah tidak dapat pergi sendiri ke sekolahnya dan memerlukan ibu, ayah, atau saudaranya untuk mendorong kursi rodanya ke sekolah akibat cacat yang disebabkan oleh kekejaman pendudukan Israel. Anak-anak cacat itu tidak bisa lagi bermain bersama kawannya, tidak dapat membaca, menulis atau berolahraga, lalu kondisi mereka menjadi beban baru bagi keluarganya untuk diperhatikan dan dijaga secara khusus dengan program khusus pula. Semua bisa ia dapatkan jika keluarganya mampu. Jika tidak, maka perhatian dan perawatan minimal pun sulit ia dapatkan.

Bagaimana jika yang menjadi korban meninggal atau cacat adalah perempuan yang menjadi ibu? Dapat dikatakan bahwa telah terjadi penghancuran satu keluarga penuh, karena keluarga itu kehilangan pendidik, penjaga dan pengasuh mereka yang menyayangi. Adakah penghancuran yang lebih dahsyat darinya??

Bagaimana pula jika korban meninggal atau cacat adalah kepala rumah tangga? Padahal ia adalah tumpuan satu-satunya yang mencari nafkah keluarga, memenuhi kebutungan sandang, pangan dan perhatian. Penjajahan Zionis telah menghalangi seorang ayah yang cacat tubuh untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi istri dan anak-anaknya, bahkan telah menjadikannya sebagai beban bagi mereka.

Bila yang mengalami cacat adalah remaja putra atau putri maka mereka akan mengalami tekanan jiwa yang berat, karena masa depan mereka yang mengkhawatirkan terutama masalah pernikahan. Sulit bagi mereka untuk mendapatkan pasangan yang mereka inginkan.

Kami, orang-orang yang terluka dan sakit, sangat membutuhkan obat, kursi roda dan peralatan medis. Kami membutuhkan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan dan penyelenggaran berbagai program rehabilitasi serta proyek-proyek kemanusian agar kami dapat hidup mulia sebagai bangsa. Bangsa Palestina yang mengalir darahnya memanggil seluruh komponen ummat Islam, semua lembaga sosial dan kemanusiaan dan setiap pemilik hati nurani untuk mengulurkan bantuannya, berdiri di samping kami beriringan demi menghilangkan kezaliman, karena Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudarannya.

Bantulah kami terus untuk menghentikan penjajahan agar kami bisa hidup lebih baik.
Akhirnya sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin dan penyelenggara muktamar ini.


Wassalamu’alaikum wr.wb.

Salam dari orang-orang terluka di Ghaza, Baitul Maqdis, Palestina
(Surat terbuka ini dibacakan langsung oleh Dami Dabbur -yang kaki sebelah kanannya harus diamputasi akibat kekejaman Israel- dalam Konferensi Internasional Palestina)

*Dikutip dari dakwatuna.com

  • Share/Bookmark

Palestina diberangus! Apa kata dunia? (part 2)

Senin, Januari 12th, 2009

palestina13Puluhan ribu demonstran berunjuk rasa di kota-kota di Eropa dan Timur Tengah, Sabtu (10/1), untuk memprotes serangan Israel di Gaza. Bentrokan dengan polisi meletus dalam beberapa unjuk rasa di Eropa. Polisi Denmark mengatakan mereka telah menangkap 75 orang para demonstran di Kopenhagen setelah aktivis memecahkan kaca jendela mobil, melempar telur ke bis dan menyerang outlet McDonald. Polisi anti-kerusuhan menghadapi sekitar 20.000 pengunjuk rasa yang membawa spanduk dan bendera Palestina di luar kedutaan besar Israel di London tengah, sementara polisi Oslo menggunakan gas air mata terhadap aktivis yang melempar batu di ibukota Norwegia itu.

Begitu hebat gelombang protes dunia terhadap Israel, lalu akankah kebiadaban itu akan terus terbiarkan? Berikut reaksi dunia lainnya atas serangan Israel ke jalur Gaza.

WASHINGTON

palestina121Di Washington, ribuan demonstran berkumpul di sebuah taman yang berseberangan dengan Gedung Putih untuk memprotes dukungan pemerintah Bush pada Israel.

“Bebaskan Palestina! Biarkan Gaza hidup!”

Mereka menyanyi saat berunjuk rasa. Beberapa spanduk minta presiden terpilih Barack Obama untuk mengubah kebijakan AS.

“Negara saya telah memberi miliaran dolar satu tahun untuk mendukung rezim menjijikan yang menjalankan genosida!” kata warga Washington, Mary Carrick. (Dikutip dari Media Indonesia)

PARIS

palestina101

Sekitar 30.000 orang telah turun ke jalan-jalan di Paris, banyak demonstran yang mengenakan kafiyeh Palestina dan menyanyikan “kami semua orang Palestina”, “Israel pembunuh” dan “perdamaian”. Beberapa demonstran melempar batu pada polisi dan membakar bendera Israel.

“Kami di sini untuk minta diakhirinya perang yang tak dapat diterima itu. Ada lebih dari 800 korban termasuk sejumlah anak dan warga sipil. Kami tidak dapat menerima itu!” kata pemimpin Partai Komunis Marie-George Buffet pada unjuk rasa di Paris. Lebih dari 40.000 orang telah memprotes terhadap serangan Israel di kota-kota di Jerman, sementara demonstran di kedutaan besar Israel di Dublin melemparkan sepatu dan membawa sebuah keranda tiruan, yang ditutup dengan foto anak-anak Palestina yang terluka atau tewas.

“Gambar bayangan rumah rusak, atau keluarga ketakutan yang ada di antara reruntuhan dalam keadaan shock dan putus asa, dan pemakaman yang tak ada habis-habisnya, telah sepantasnya membuat benci orang di seluruh dunia,” kata Gerry Adams, presiden partai nasionalis Sinn Fein.”Inilah waktunya semua itu diakhiri. Pembunuhan besar-besaran orang di Gaza harus diakhiri!”

LEBANON

palestina22Ribuan orang Syiah Libanon yang keluar untuk peringatan Muslim Ashura di kota Nabatiyeh di Libanon selatan juga memprotes terhadap serangan Israel itu, dengan membawa bendera Hizbullah dan Palestina.
“Kami akan katakan pada orang-orang di Gaza dan sesepuh di Gaza dan pahlawan perlawanan, anda tidak sendiri, kami bersama anda … kemenangan adalah milik anda, Insya Allah!” seru Mohammed Raad, seorang pejabat senior Hizbullah pada kerumunan massa itu.

SUBANG

Aksi protes menentang kebrutalan Israel ternyata bukan monopoli ormas Islam. Di Kabupaten Subang, Jawa Barat aksi mengecam agresi Israel di Palestina dilakukan komunitas motor. Jalan-jalan utama di Subang Kota pun mengalami kemacetan. Ratusan anak motor yang tergabung dalam Subang Tiger Otomotif Club (STOC), Folowship Motor Community, dan Black Community menggelar aksi pengecaman dan pengutukan aksi brutal Israel dengan cara berjalan sepanjang 2 Km. palestina11

Dengan membawa sejumlah atribut dan bendera Palestina, mereka berkeliling dari Jalan Dewi Sartika, Jalan Otista, Jalan Soeprapto, Jalan Agus Salim, Jalan Ahmad Yani dan finish di Bundaran Wisma Karya Subang.
“Secara tegas kami mengecam dan mengutuk keras aksi militer Israel yang mengkibatkan jatuhnya  ratusan orang korban. Jika dibutuhkan, kami siap turun ke Palestina membantu saudara-saudara kami!” ujar salah seorang pengurus STOC, Agung Nurgoho, Minggu (11/1/2009). (Dikutip dari okezone.com)

JAKARTA

palestina21Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid mendesak agar seluruh pemimpin dunia membentuk sebuah lembaga internasional baru untuk menghentikan kebrutalan Israel di Palestina. Hal itu dilakukan karena Israel tidak mengindahkan seruan PBB dan dunia untuk berhenti membunuh warga Palsestina. “Kita harus mendesak agar PBB menggelar sidang umum untuk menghentikan kebrutalan Israel,” ujar Hidayat dalam orasi damai Save Palestine di lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (11/1/2009).

Hidayat menambahkan akan meminta pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bergerak dan turun langsung menangani krisi di Timur Tengah dan segera menghubungi presiden Turki. Dan dalam waktu dekat, Hidayat juga berencana meminta kepada SBY untuk mendesak PBB agar menekan Israel.

“Indonesia telah menyatakan mendukung sepenuhnya agar segera diadakan KTT Liga Arab,” tukasnya. Selain mengecam Israel dan menuding Amerika Serikat (AS) sebagai dalang krisis di Timur Tengah, Hidayat juga menyebut AS sebagai negara yang menganut paham democrazy. (Dikutip dari okezone.com)

ATHENA, SWEDIA, POLANDIA, AFRIKA, ITALIA

palestina23Di Athena, ratusan polisi anti huru-hara yang membawa perisai platik menyaksikan sekitar 2.000 demonstran berbaris ke kedutaan besar Israel, mengkhawatirkan timbulnya kembali demonstrasi jalanan yang mengguncang kota itu bulan lalu.

Ribuan orang berunjuk rasa di kota-kota terbesar di Swedia, membakar bendera Israel dan menyulut mercon.

Pengunjuk rasa juga berkumpul di beberapa kota di Italia, beberapa meneriakkan, “Bebaskan Palestina, Gaza akan menang!” Sementara yang lain membakar bendera Israel.

Unjuk rasa di Polandia sebagian besar damai.

Dukungan pada diakhirinya serangan juga datang dari Afrika, tempat pendeta voodoo Benin mengorbankan ayam jantan, menumpahkan darahnya ke tanah, ketika mereka menyampaikan doa dan korban pada Tuhan dan leluhur untuk minta diakhirinya pertempuran di Gaza dan tempat lainnya. (Dikutip dari ANTARA)

  • Share/Bookmark

Palestina diberangus! Apa kata dunia?

Senin, Januari 12th, 2009

palestina15Usaha Israel untuk mengikis bangsa Palestina sampai ke akar-akarnya adalah sebuah kebiadaban yang melukai dan mencoreng ummat Islam. Bahkan kaum non Muslim pun ikut bereaksi keras. Berikut contoh respon dunia terhadap agresi Israel yang diluar batas kemanusiaan tersebut.

TURKI

“Israel pembunuh!”
“Israel, keluar dari Palestina!”
“Allahu Akbar!”

Seruan-seruan itu menggema di arena pertandingan basket, stadion olahraga Ataturk (Turki) saat pertandingan pembukaan Piala Euro antara Tim Turk Telekom milik Turki dengan Tim Bnei Hasharon milik Israel.

Pertandingan akhirnya batal dan Tim Israel terpaksa kembali ke kamar ganti, setelah para penonton melempari mereka dengan uang logam dan korek api sambil meneriakkan slogan-slogan anti Israel. Para penonton di hall basket itu banyak yang mengenakan kafiyeh (lembaran kain khas Arab yang menjadi lambang perjuangan Palestina) melambai-lambaikan bendera Palestina dan berusaha memasuki arena pertandingan sehingga aparat kepolisian ikut turun tangan.

“Setelah insiden itu, tidak ada gunanya meneruskan pertandingan. Para pemain mengkhawatirkan keselamatan diri mereka. Staff kedutaan besar Israel yang memantau situasi, juga menginstruksikan untuk tidak melanjutkan pertandingan,” kata Eldad Akuni, ketua Tim Bnei Hasharon.

Kapten Tim Israel itu, Meir Tapiro mengatakan, anggota tim basketnya sangat ketakutan. “Mereka melempar sepatu, korek api dan botol air mineral. Kami diamankan ke ruang ganti dengan perlindungan polisi,” kata Tapiro pada stasiun televisi Israel Channel 5.

Beberapa saat kemudian, wasit memanggil kembali kedua tim yang akan bertanding. Tapi tim Israel tidak berani menampakkan muka. Dengan demikian, tim Turki Turk Telecom yang memimpin group D dalam pertandingan Eurocup itu, dinyatakan sebagai pemenang.

Di luar arena pertandingan, ratusan pengunjuk rasa juga meneriakkan slogan-slogan anti-Israel sambil melambai-lambaikan bendera Palestina. Mereka tidak diijinkan masuk ke arena pertandingan yang dijaga oleh sekitar 1.000 polisi Turki. (Dikutip dari eramuslim.com)

VENEZUELA

palestina14Pemimpin-pemimpin Arab termasuk Indonesia layak meniru ketegasan Hugo Chavez, Presiden Venezuela. Ia berani mengusir duta besar Israel sebagai bentuk protes atas genosida yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Sebelumnya, Chavez sudah mengeluarkan pernyataan keras bahwa apa yang terjadi di Gaza adalah sebuah holocaust (persembahan yang terbakar utuh) karena itu Presiden Israel serta Presiden AS harus diseret ke pengadilan internasional.

“Holocaust, itulah yang terjadi saat ini di Gaza. Presiden Israel harus diseret ke pengadilan internasional, bersama presiden AS,” tukas Chavez dalam komentarnya yang disiarkan televisi Venezuela.

Chavez juga menuding Washington telah membunuh pemimpin Palestina Yasser Arafat dengan cara diracun, mengganggu stabilitas Timur Tengah dan mendukung penuh agresi Israel ke Jalur Gaza. (Dikutip dari eramuslim.com)

DUNIA MAYA

palestina16Serangan Israel ke jalur Gaza dibalas dengan serangan di dunia maya oleh para hacker pro pejuang Hamas. Sejumlah situs milik Israel telah dilumpuhkan. Beberapa waktu lalu, salah satu situs yang menjadi korban adalah Ynetnews.com. Situs lainnya yang juga menjadi korban adalah situs Bank Discount.

Kendati demikian, pihak bank berusaha menyakinkan nasabahnya bahwa akun mereka aman. Sejak Israel melancarkan serangan ke jalur Gaza, memang telah banyak situs yang ditumbangkan hacker pro-Gaza, sebagai bentuk protes terhadap Israel. Seorang hacker yang menamakan dirinya Cold Z3ro, mengklaim telah membobol sekitar 5 ribu halaman situs. (Dikutip dari detikinet.com)

DUNIA VIRTUAL

palestina17Para demonstran di seluruh dunia berlomba memprotes serangan masif Israel atas Palestina. Tak hanya di dunia nyata, arus protes ternyata turut melanda Israel di dunia virtual online Second Life. Di Second Life ini, memang banyak negara atau perusahaan membuat bangunan dan wilayah virtual untuk berpromosi. Wilayah Israel di Second Life dihiasi bangunan-bangunan landmark-nya seperti Temple Mount di Yerusalem, situs wisata di Tel Aviv dan juga pantai.

Ketika Israel menghujamkan misil-misilnya di jalur Gaza, sekelompok avatar di Second Life bersatu padu melakukan demonstrasi di area Israel tersebut. Avatar adalah sebutan untuk karakter virtual yang mewakili para pengguna Second Life.

“Banyak orang berteriak-teriak,” tutur Beth Odets, salah satu kreator Second Life Israel. Pada intinya, para demonstran itu mengecam pembunuhan yang dilakukan para tentara Israel. Bahkan saking banyaknya demonstran yang mengeroyok, Odet sempat menutup wilayah Israel di Second Life tersebut sehingga tak bisa dimasuki. Namun beberapa saat kemudian ia membukanya lagi. (Dikutip dari detikinet.com)

DEWAN HAM PBB

palestina18Navi Pillay, salah satu komisioner Dewan HAM PBB meminta agar segera dibentuk tin penyelidik independen terhadap Israel, atas dugaan Israel telah melakukan kejahatan perang dalam agresi militernya ke Jalur Gaza. Secara khusus, Navi menyebutkan kasus pembantaian yang dilakukan pasukan Zionis terhadap 30 warga sipil Palestina dalam sebuah rumah di Gaza Tengah.

“Saya sangat peduli dengan pelanggaran-pelanggaran hukum internasional. Insiden-insiden semacam ini, harus diselidiki karena menunjukkan beberapa elemen kejahatan perang,” kata Pillay.

Ia melanjutkan, “Pasukan militer punya tanggung jawab internasional dalam posisi mereka, yaitu melindungi warga sipil dan bukannya membunuh warga sipil. Tentara-tentara itu juga punya tanggung jawab untuk menolong warga sipil yang luka-luka.”

“Dalam kasus ini, anak-anak dalam kondisi tak berdaya dan ada tentara di dekat mereka,” sambung Pillay.

Pillay menyerukan investigasi terhadap agresi Israel ke Jalur Gaza dalam sidang khusus Dewan HAM PBB yang membahas krisis Gaza. Dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa Israel harus dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya.

Pillay juga menegaskan, melihat banyaknya korban di kalangan sipil terutama anak-anak, serangan Israel ke Jalur Gaza sama sekali tidak bisa diterima. (Dikutip dari dakwatuna.com)

  • Share/Bookmark

Free Palestina! Save al-Aqsha!

Jumat, Januari 2nd, 2009

demoBegitu banyak masyarakat dunia yang bereaksi atas kebiadaban Israel atas rakyat Palestina. Hari ini, sebuah aksi ribuan massa dikerahkan di pusat kota Jakarta. Saya memang bukan  termasuk salah satu dari mereka yang terjun ke jalan, karena mungkin bukan di sana tempat yang tepat untuk saya saat ini.

Namun kepedihan itu terasa begitu dalam di hati saya melihat betapa brutalnya tentara Israel menghujani anak-anak dan kaum perempuan yang tak layak (sangat tidak layak malah) dijadikan sasaran peluru dan pembantaian di medan perang. Rasanya dunia sudah buta jika masih ada yang membenarkan perbuatan Israel tersebut, dan mungkin hati kita sudah mati jika masih tak tersentuh melihat penderitaan yang begitu memilukan dari saudara kita di belahan bumi kenabian sana. palestina4

palestina8Tak hanya tentaranya, rakyat sipil Israel pun tak kalah beringasnya terhadap kaum Muslim yang berada di wilayah mereka. Lihatlah bagaimana seorang  wanita Israel menarik kerudung seorang wanita Palestina dan seorang bocah Israel menendangkan kakinya seperti dalam foto di samping ini, begitulah reaksi kebencian mereka terhadap kaum Muslim. Jadi bohong jika kebiadaban itu hanya dilakukan oleh tentara Israel saja, karena kepada seluruh rakyat Israel memang sudah ditanamkan kebencian mendalam terhadap ummat Islam di belahan dunia mana pun. Dan ini adalah fakta.

palestina9Lalu apakah kita masih tidak mau peduli? Padahal hakikat dari kebiadaban yang dialami rakyat Palestina ini adalah kebiadaban terhadap agama dan sekuruh ummat Islam di dunia. Sebab ada hadist yang mengatakan bahwa ummat Islam itu ibarat satu tubuh, jika satu anggota tubuh menderita sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakitnya. palestina6

Mungkin kita tak bisa membantu lebih, tapi sedikit rezeki yang kita sisihkan (berapapun itu) tentulah sangat berarti bagi mereka dan berpahala besar di sisi Allah. Jika pun itu tak mampu  kita lakukan, kiriman doa yang tulus pun tentu tetap jadi bantuan tak ternilai bagi saudara-saudara kita di sana. Karena  doa adalah senjata bagi seorang Muslim.

Saat ini Palestina. Besok, lusa, bulan depan, tahun depan giliran siapa? Tak ada yang bisa menjamin bahwa kita tidak mungkin mengalaminya. Na’udzubillahi min dzalik!

Nah bagi saudara Muslim yang ingin memberi bantuan dana, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan MER-C siap menyalurkannya. Insya Allah lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan ini bisa dipercaya.  Saat tulisan ini saya posting, Tim Medis BSMI yang diketuai Dokter Basuki bersama Depkes sudah sampai di Amman, Yordan. Semoga perjalanan mereka lancar dan dimudahkan Allah sampai missi kemanusiaan ini selesai. Amin. (V)

Dukung Misi Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia dan MER-C Untuk Palestina dengan  menyalurkan bantuan anda ke:


Bank Muamalat Indonesia, No. Rek: 304-00304-15
(an. Bulan Sabit Merah Indonesia)
Bank Syariah Mandiri cab. Jatinegara, No. Rek: 0010102555
(an. Bulan Sabit Merah Indonesia)
BCA KCU Wisma Asia, No. Rek: 0840685225
(a.n Muhamad Djazuli)

MER-C
BCA cab. Kwitang: No. Rek. 686.0153678
BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773
(a.n. Medical Emergency Rescue Committee)

BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)

  • Share/Bookmark

Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :