Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

Selingkuh

Minggu, Juli 27th, 2008

selingkuhMata Inayah menjelajahi semua tempat, mencari-cari seorang lelaki. Ia menolak saat suaminya, Abdul Hadi menyuruh kembali. Ia terus berjalan hingga menemukan orang yang dicarinya sedang memecah batu. Faris!

Melihat Inayah, Faris berusaha menyembunyikan wajahnya.

Inayah kembali ke samping suaminya dan berkata, “Kurasa dia tukang listrik yang membetulkan lampu waktu itu.”

“Ingatanmu kuat sekali. Aku sendiri tidak memperhatikan. Ia sama saja dengan narapidana lainnya,” jawab Abdul Hadi sinis.

Inayah tidak dapat menahan perasaan. Ia terus memandang Faris. Saat melihat keringat deras membasahi wajah dan leher Faris yang legam terbakar matahari, ia memejamkan mata. Ia begitu terpesona pada kegagahan lelaki itu. Jantung Inayah berdetak kencang. Kenangan malam ‘surga’ itu membuat gemetar seluruh tubuhnya. Apa yang akan dilakukan Abdul Hadi jika mengetahui Faris berada di ranjangnya pada malam itu?

Tatapan mata Inayah membuat Faris lupa diri. Sorot mata syahdu itu mengoyak batin dan kesadarannya. Ia menegakkan tubuh dan tersenyum pada Inayah.

Ketika sedang terlena menikmati balasan senyum Inayah tiba-tiba cemeti sipir penjara melayang mengenai wajahnya, diikuti suara menghardik, “Teruskan kerjamu, Keledai!”
Faris pun tersentak dan kembali bekerja.

Inayah berteriak kaget, “Heh, Hewan! Kenapa kau pukul dia?”

Abdul Hadi segera ikut campur, “Karena dia tak tahu malu.”

“Kenapa?”

“Dia memandangmu.”

“Apakah memandang itu sebuah kejahatan?”

Abdul Hadi tak lagi menanggapi. Tapi melihat kejadian itu hati Inayah merasa sakit, seolah-olah cemeti itu tidak mengenai tubuh Faris melainkan mendera hatinya. Abdul Hadi tidak tahu apa-apa tentang gejolak yang sedang berkecamuk dalam jiwa istrinya. Sebuah gejolak yang suatu saat akan bisa meledak.

Sementara mulut Faris diam membisu, namun air mata mengalir deras dari hatinya. Ia merasa sangat terhina, lebih baik mati daripada menerima penghinaan seperti ini. Betapa orang-orang keji itu telah merendahkan martabatnya sebagai lelaki di hadapan wanita yang sangat dikaguminya.

Catatan:

Novel karya Najib Kailani ini berjudul Lail wa Qudhban, lalu diterjemahkan oleh Penerbit Navila dengan judul Selingkuh.

Seperti novel-novel beliau yang lain, novel yang satu ini pun tak kalah menggetarkan. Permainan emosi sangat terasa di setiap kata dan kalimat yang dipilih. Di satu sisi kita seakan memihak pada tokoh Inayah yang terzalimi oleh suaminya, Abdul Hadi. Seorang laki-laki yang sombong, kasar dan egois. Tapi di sisi lain kita seolah berada di pihak Abdul Hadi yang telah dikhianati istrinya.

Yang juga sangat mengaduk emosi adalah kehadiran sosok Faris yang berpostur gagah dan berkulit gelap terpanggang matahari, serta selalu dipandang hina karena statusnya sebagai narapidana. Bagaimana bisa seorang Inayah yang cantik dan dihormati berselingkuh dengan Faris, sementara suaminya adalah Kepala Penjara tempat Faris ditahan?

Itulah kejahatan, bisa timbul karena adanya niat dan kesempatan. Niat bisa muncul ketika ada kesempatan, dan kesempatan bisa diciptakan ketika adanya niat.

Temukan ending yang tragis dalam novel ini! (V)

  • Share/Bookmark

Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :