Angka 40, Antara Fakta dan Fiktif
Minggu, Oktober 19th, 2008Ada apa dengan angka 40? Kenapa ia begitu banyak mewarnai pikiran masyarakat? Mungkin ini hanya berlaku pada kalangan masyarakat tertentu saja, setidaknya di kampung saya nun jauh di sana.
Sejak kecil, saya sudah sangat sering mendengar segala hal yang berhubungan dengan angka 40 ini. Entah itu yang fakta atau fiktif, entah itu yang mitos atau mistik. Tapi coba kita lihat satu persatu!
Pertama, angka 40 ini dikaitkan dengan jumlah hari suluk bagi penganut tareqat di kampung saya. Makanya mereka berangkat suluk sepuluh hari sebelum Ramadhan dan selesai tepat pada hari Raya Idul Fitri. Jadi pas 40 hari lamanya. Kalau ini fakta lho!
Kedua, ada sebagian orang pintar (dukun) yang mengaku bisa membaca tanda-tanda kematian pada diri sseseorang jika sudah memasuki 40 hari sebelum orang tersebut meninggal. Hm, kalau yang ini sangat berbau mistik, ya? Bahkan seringkali saya mendengar orang berkomentar begini, “Tingkah laku si Fulan itu aneh banget, jangan-jangan dia sudah masuk 40 harinya tuh!”
Ketiga, adanya kalimat yang mengatakan bahwa seseorang yang tidak menunjukkan tanda-tanda kebaikan (taubat) menjelang usia 40 tahun, maka berarti setelah itu ia memang tidak akan berubah menjadi baik. Nah, ini mitos atau mistik, ya?
Keempat, banyak yang mengatakan bahwa puber kedua terjadi di usia 40 tahun. Wah, kalau ini fakta atau mitos? Atau jangan-jangan penyakit? J
Kelima, banyak orang-orang tua yang melarang mencukur rambut bayi (maksudnya mencukur habis, bukan sebagian seperti saat aqiqah) sebelum usianya 40 hari. Mungkin alasannya karena sebelum usia 40 hari kulit kepala bayi itu masih sangat lembut kali, ya?
Keenam, masa nifas seorang perempuan adalah 40 hari, meski ada juga yang kurang dan lebih dari jumlah hari tersebut. Namun rata-rata memang 40 hari, kan? Kalau ini jelas fakta.
Ketujuh, konon batas beresiko usia seorang perempuan untuk melahirkan adalah 40 tahun. Tapi kita tentu tidak lupa bahwa Ummul Mukminin Khadijah menikah dengan Rasulullah justru di usia 40 tahun dan beliau melahirkan anak-anaknya di usia kepala empat tersebut. Dan ini fakta.
Kedelapan, Rasulullah ber-uzlah di gua Hira’ juga selama 40 hari sebelum turunnya wahyu, kan?
Kesembilan, entah dapat petunjuk dari mana, orang-orang yang ingin menuntut ilmu hitam selalu melakukan semedi atau puasa selama 40 hari 40 malam.
Hm… apalagi ya yang berkaitan dengan angka 40? Anda ada tambahan? (V)







