Senyum Pertama
Memandang senyum Ken saat merespon panggilan, adalah hal yang paling menyenangkan saya saat ini. Ditambah celoteh yang keluar dari bibir mungilnya, celoteh yang sesungguhnya penuh makna meski belum bisa diterjemahkan dalam bentuk kata-kata verbal, tetap saja tak bosan-bosan rasanya mengajak dia bicara. Memasuki minggu pertama bulan Agustus kemarin, senyum pertama dalam bentuk respon langsung itu mulai ia tampakkan. Begitu terpesonanya saya, bayi mungil yang lucu itu mulai bisa diajak berkomunikasi. Ia tampak begitu ekspresif saat namanya disebut. Hm… Begitu menyenangkan. (V)










2 Responses to “Senyum Pertama”
By kangarul on Agu 16, 2008 | Reply
hmm.. senyum menawannya itu warisan dari sang ayah.. heueheheh
By AkuMenulisKamu on Agu 23, 2008 | Reply
Senyum permata hati memang selalu menyejukkan kita, ayah bundanya. Thx