Persahabatan antara Jakarta dan Gaza
Sebenarnya hal ini sudah cukup lama saya baca dan ingin saya posting di sini, tapi berhubung sibuk dengan urusan lain (ehm!) jadi baru teringat sekarang. Apa yang menarik dari postingan kali ini? Mengutip redaksi BSMI, ini adalah surat menyurat melalui email antara Relawan BSMI, dr. Prita Kusumangsih, SPOG yang pernah ke Gaza untuk bantuan kemanusiaan, dengan salah satu petugas administrasi RS Asy Syifa Gaza, bernama Samya. Mereka bertemu di RS itu dengan alasan yang sama, menolong pasien-pasien yang menjadi korban serangan Israel ke Gaza.Walaupun relawan BSMI telah kembali ke Indonesia, namun persahabatan tetap terjalin dengan memberikan informasi-informasi terkini baik di Gaza dan di Indonesia. Berikut ini adalah cuplikan surat diantara mereka. Sebenarnya surat itu ditulis dalam bahasa Inggris, namun di sini akan dimuat terjemahannya saja.
(Surat dari dr. Prita)
Assalamu’alaikum wr.wb.
Apa kabar saudaraku?
Alhamdulillah saya telah tiba di Indonesia sekarang dan sedang dalam keadaan baik. Saya berharap Anda dan segenap keluarga juga dalam kedaaan yang baik-baik pula. Bagaimana keadaan di Gaza? Saya mendengar bahwa besok perbatasan Rafah akan tutup? Jadi, kami hanya bisa menuju Gaza melalui perbatasan El Auga dan Kareem Abu Shaloom. Bisakah Anda mengirimkan peta perbatasan itu kepada kami? Bagaimana dengan surat dari anak-anak yang akan Anda terjemahkan? Apakah ada surat dari anak-anak dari Gaza juga? Bolehkah saya membacanya? Kini, Indonesia sedang musim hujan dan banyak terjadi banjir di bebarapa wilayah. Orang-orang mesti meninggalkan rumahnya dan tinggal di penampungan karena air tergenang dimana-mana. Baik, saya berharap Anda menjawab email saya sehingga silaturahmi kita tetap terjaga.
Semoga Allah memberikan jalan yang termudah bagi kita.
Wassalamu’alaikum wr.wb
dr. Prita (BSMI)
Jakarta-Indonesia
(Surat balasan dari Samya)
Wa’alaikum salam, saudaraku..
Apa kabar? Saya pikir sangat bahagia telah kembali ke rumah. Sungguh, kami sangat menghargai usaha kalian semua berusaha untuk mengurangi penderitaan para korban yang terluka dan membantu warga Palestina. Keadaaan di Gaza sudah lebih baik namun masih belum stabil dan kami hanya menunggu setiap penyerangan atau agresi yang baru. Kami berharap lebih baik tentunya, dan kami ingin kalian semua berdoa kepada Allah untuk keselamatan kami.
Saya terlambat membalas pesan Anda karena pemadaman listrik terus menerus akibat kekurangan pasokan gas di Gaza. Hampir setiap waktu kami hidup dalam kegelapan. Terlebih, kekurangan atas kebutuhan pokok dan obat-obatan masih menjadi masalah serius. Ya, mereka telah menutup perbatasan Gaza kecuali untuk para korban yang terluka yang bisa keluar masuk jalur Gaza. Sangat sulit dengan menggunakan pintu perbatasan yang lain dikarenakan Israel sudah sangat mengontrolnya.
Saya sedang berusaha menemukan peta yang Anda minta dan akan mengirimnya sesegera mungkin dan juga suratnya. Cuaca di sini baik-baik saja tanpa hujan meskipun saat ini musim dingin. Beberapa orang di sini melakukan sholat Istisqa memohon diturunkannya hujan dan di sini tidak adanya musim panas. Secara umum, kami baik-baik saja namun kami masih menunggu keadaan yang terburuk, yakni kemenangan Partai Likud pada pamilu Israel yang akan digelar pada 10 Februari nanti.
Terima kasih sudah menulis surat dan segala kebaikannya. Mudah-mudahan Allah memberikan kepada Anda kedamaian dan kebahagiaan.
Samya (Asy Syifa Hospital)
Gaza-Palestina
Hm… indah sekali ya sebuah persahabatan dan persaudaraan yang tulus. Saya bisa merasakannya, karena saya pun memiliki sahabat-sahabat yang saya catat di ruang khusus hati saya. Semoga persahabatan itu kelak memberi kebaikan di sisi Allah, amin… (V)








One Response to “Persahabatan antara Jakarta dan Gaza”
By Asnanajwawahid on Apr 7, 2009 | Reply
Dari sebuah surat ke selembar tulisan…