Perjalanan BSMI ke Gaza
Baru ingat, beberapa waktu yang lalu saya chatting sama dr. Prita Kusumaningsih, SpOG. Waktu itu beliau baru saja pulang dari Gaza, dan mengundang saya ikut konferensi pers di kantor BSMI Cililitan. Tapi berhubung hujan melulu, saya tidak jadi bisa ikut (maaf ya, Bu Prita). Padahal sebenarnya pingin banget mendengar langsung cerita para relawan yang sudah pergi kesana. Pasti seru dan mengharukan.
Benar juga kata dr. Prita waktu chatting itu, “Kalau saya penulis, mungkin sudah jadi beberapa buku.”
Karena begitu banyak kisah yang tentunya sangat menarik untuk dibukukan. Begitu banyak hikmah, pelajaran dan kesan yang terbawa sepulangnya dari sana. Saya jadi menghayal, kenapa bukan saya yang menjadi salah satu relawan itu, ya? Hehe, emang berani?
Oya, berikut foto-foto para relawan selama di sana;
Tiga unit mobil ambulans sumbangan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memasuki pintu perbatasan Raffah melalui Mesir.
Sebuah pecahan bom Isreal dipamerkan di sebuah pameran dekat Rumah Sakit Al-Syifa di Gaza. Menurut ketua umum Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS yang turut menyaksikan, bom tersebut terbukti menggunakan bom fosfor putih yang berbahaya. Fosfor putih dengan kekuatan kimiawi yang sangat tinggi dapat membakar tubuh manusia hingga ke tulang. Penggunaan bom fosfor putih dalam perang sebenarnya telah dilarang oleh PBB, namun pada kenyataannya Israel menggunakan bom tersebut dalam serangannya ke Palestina.
Relawan medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), dr. Jamaluddin, SpM mengoperasi mata seorang anak Palestina. Sebanyak tujuh tim medis terlibat pada operasi yang dilakukan di Rumah Sakit Uyum, Gaza ini. Operasi yang dilakukan di RS Uyum, Gaza, ini dilakukan sebagai bagian dari bantuan medis BSMI untuk warga Palestina akibat serangan Israel.
Sejumlah sukarelawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berfoto bersama anak-anak Palestina yang saat ini masih duduk di bangku sekolah. Berfoto dan bercengkarama bersama para sukarelawan asing yang datang ke Gaza merupakan hiburan tersendiri bagi anak-anak Palestina yang sehari-harinya dibombardir oleh Israel.
Melihat foto-foto ini saja rasanya saya sudah cukup senang. Ternyata masih banyak yang peduli dengan rakyat Palestina. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kemampuan kepada para relawan tersebut hingga mereka tetap bisa menunaikan tugasnya dengan baik. Termasuk limpahan pahala tentunya. Amin. (V)












