Palestina diberangus! Apa kata dunia? (part 2)
Puluhan ribu demonstran berunjuk rasa di kota-kota di Eropa dan Timur Tengah, Sabtu (10/1), untuk memprotes serangan Israel di Gaza. Bentrokan dengan polisi meletus dalam beberapa unjuk rasa di Eropa. Polisi Denmark mengatakan mereka telah menangkap 75 orang para demonstran di Kopenhagen setelah aktivis memecahkan kaca jendela mobil, melempar telur ke bis dan menyerang outlet McDonald. Polisi anti-kerusuhan menghadapi sekitar 20.000 pengunjuk rasa yang membawa spanduk dan bendera Palestina di luar kedutaan besar Israel di London tengah, sementara polisi Oslo menggunakan gas air mata terhadap aktivis yang melempar batu di ibukota Norwegia itu.
Begitu hebat gelombang protes dunia terhadap Israel, lalu akankah kebiadaban itu akan terus terbiarkan? Berikut reaksi dunia lainnya atas serangan Israel ke jalur Gaza.
WASHINGTON
Di Washington, ribuan demonstran berkumpul di sebuah taman yang berseberangan dengan Gedung Putih untuk memprotes dukungan pemerintah Bush pada Israel.
“Bebaskan Palestina! Biarkan Gaza hidup!”
Mereka menyanyi saat berunjuk rasa. Beberapa spanduk minta presiden terpilih Barack Obama untuk mengubah kebijakan AS.
“Negara saya telah memberi miliaran dolar satu tahun untuk mendukung rezim menjijikan yang menjalankan genosida!” kata warga Washington, Mary Carrick. (Dikutip dari Media Indonesia)
PARIS

Sekitar 30.000 orang telah turun ke jalan-jalan di Paris, banyak demonstran yang mengenakan kafiyeh Palestina dan menyanyikan “kami semua orang Palestina”, “Israel pembunuh” dan “perdamaian”. Beberapa demonstran melempar batu pada polisi dan membakar bendera Israel.
“Kami di sini untuk minta diakhirinya perang yang tak dapat diterima itu. Ada lebih dari 800 korban termasuk sejumlah anak dan warga sipil. Kami tidak dapat menerima itu!” kata pemimpin Partai Komunis Marie-George Buffet pada unjuk rasa di Paris. Lebih dari 40.000 orang telah memprotes terhadap serangan Israel di kota-kota di Jerman, sementara demonstran di kedutaan besar Israel di Dublin melemparkan sepatu dan membawa sebuah keranda tiruan, yang ditutup dengan foto anak-anak Palestina yang terluka atau tewas.
“Gambar bayangan rumah rusak, atau keluarga ketakutan yang ada di antara reruntuhan dalam keadaan shock dan putus asa, dan pemakaman yang tak ada habis-habisnya, telah sepantasnya membuat benci orang di seluruh dunia,” kata Gerry Adams, presiden partai nasionalis Sinn Fein.”Inilah waktunya semua itu diakhiri. Pembunuhan besar-besaran orang di Gaza harus diakhiri!”
LEBANON
Ribuan orang Syiah Libanon yang keluar untuk peringatan Muslim Ashura di kota Nabatiyeh di Libanon selatan juga memprotes terhadap serangan Israel itu, dengan membawa bendera Hizbullah dan Palestina.
“Kami akan katakan pada orang-orang di Gaza dan sesepuh di Gaza dan pahlawan perlawanan, anda tidak sendiri, kami bersama anda … kemenangan adalah milik anda, Insya Allah!” seru Mohammed Raad, seorang pejabat senior Hizbullah pada kerumunan massa itu.
SUBANG
Aksi protes menentang kebrutalan Israel ternyata bukan monopoli ormas Islam. Di Kabupaten Subang, Jawa Barat aksi mengecam agresi Israel di Palestina dilakukan komunitas motor. Jalan-jalan utama di Subang Kota pun mengalami kemacetan. Ratusan anak motor yang tergabung dalam Subang Tiger Otomotif Club (STOC), Folowship Motor Community, dan Black Community menggelar aksi pengecaman dan pengutukan aksi brutal Israel dengan cara berjalan sepanjang 2 Km. 
Dengan membawa sejumlah atribut dan bendera Palestina, mereka berkeliling dari Jalan Dewi Sartika, Jalan Otista, Jalan Soeprapto, Jalan Agus Salim, Jalan Ahmad Yani dan finish di Bundaran Wisma Karya Subang.
“Secara tegas kami mengecam dan mengutuk keras aksi militer Israel yang mengkibatkan jatuhnya ratusan orang korban. Jika dibutuhkan, kami siap turun ke Palestina membantu saudara-saudara kami!” ujar salah seorang pengurus STOC, Agung Nurgoho, Minggu (11/1/2009). (Dikutip dari okezone.com)
JAKARTA
Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid mendesak agar seluruh pemimpin dunia membentuk sebuah lembaga internasional baru untuk menghentikan kebrutalan Israel di Palestina. Hal itu dilakukan karena Israel tidak mengindahkan seruan PBB dan dunia untuk berhenti membunuh warga Palsestina. “Kita harus mendesak agar PBB menggelar sidang umum untuk menghentikan kebrutalan Israel,” ujar Hidayat dalam orasi damai Save Palestine di lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (11/1/2009).
Hidayat menambahkan akan meminta pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bergerak dan turun langsung menangani krisi di Timur Tengah dan segera menghubungi presiden Turki. Dan dalam waktu dekat, Hidayat juga berencana meminta kepada SBY untuk mendesak PBB agar menekan Israel.
“Indonesia telah menyatakan mendukung sepenuhnya agar segera diadakan KTT Liga Arab,” tukasnya. Selain mengecam Israel dan menuding Amerika Serikat (AS) sebagai dalang krisis di Timur Tengah, Hidayat juga menyebut AS sebagai negara yang menganut paham democrazy. (Dikutip dari okezone.com)
ATHENA, SWEDIA, POLANDIA, AFRIKA, ITALIA
Di Athena, ratusan polisi anti huru-hara yang membawa perisai platik menyaksikan sekitar 2.000 demonstran berbaris ke kedutaan besar Israel, mengkhawatirkan timbulnya kembali demonstrasi jalanan yang mengguncang kota itu bulan lalu.
Ribuan orang berunjuk rasa di kota-kota terbesar di Swedia, membakar bendera Israel dan menyulut mercon.
Pengunjuk rasa juga berkumpul di beberapa kota di Italia, beberapa meneriakkan, “Bebaskan Palestina, Gaza akan menang!” Sementara yang lain membakar bendera Israel.
Unjuk rasa di Polandia sebagian besar damai.
Dukungan pada diakhirinya serangan juga datang dari Afrika, tempat pendeta voodoo Benin mengorbankan ayam jantan, menumpahkan darahnya ke tanah, ketika mereka menyampaikan doa dan korban pada Tuhan dan leluhur untuk minta diakhirinya pertempuran di Gaza dan tempat lainnya. (Dikutip dari ANTARA)








