Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

Cita-cita: Jadi Penulis?

Written by Via on 3 Maret 2010 – 13:36 -

Banyak sekali orang yang saya temui  bertanya bagaimana caranya jadi Penulis? Ternyata mereka semua bercita-cita jadi Penulis! Kadang ada yang menggelikan, ketika tiba-tiba ada pesan di chatroom saya, pesan yang to the point, tanpa basa basi apalagi pakai salam, “Mbak, gimana sih caranya jadi Penulis?”

Hehe, dalam hati saya ingin tertawa. Tapi saya mencoba maklum, mungkin dia saking kepinginnya jadi Penulis. Apakah karena sebutan Penulis itu terkesan keren dan pintar ya? Buktinya para artis saja banyak yang ingin disebut Penulis biarpun cuma menerbitkan satu buku, yang penting dia sudah bisa mengaku sebagai Penulis :-)

Bukan apa-apa, saya sendiri sebenarnya belum merasa layak disebut Penulis, hingga seringkali kebingungan harus menjawab apa jika ditanya bagaimana caranya jadi Penulis.

Terus-terang saja, menurut saya Penulis itu bukanlah sebuah gelar yang bisa diraih seperti meraih gelar Dokter . Gelar  Dokter bisa didapat dengan menempuh pendidikan di bidang yang bersangkutan. Sementara sekolah untuk jadi Penulis kan tidak ada. Yang ada paling jurusan berbasis kepenulisan seperti Bahasa, Sastra, Jurnalistik dan sejenisnya. Tapi kenyataannya tak semua jebolan sekolah tersebut jadi Penulis dan tak semua Penulis adalah jebolan sekolah tersebut.

Kalaupun ada yang mendirikan sarana pendidikan bagi calon Penulis maka itu tak lebih dari sekadar pelatihan singkat atau bersifat non formal, bahkan sebagian non profit.

Sebenarnya Penulis itu adalah gelar yang cara meraihnya terbalik dibanding gelar Dokter tadi. Kalau Dokter, harus dapat gelar dulu baru bisa praktek, sementara Penulis harus praktek dulu baru dapat gelar. Nah, untuk mendapatkan gelar Penulis itu seseorang memerlukan waktu panjang dalam berproses atau prakteknya. Jika ia punya gelar Penulis Diary, maka harus ada bukti catatan-catatan diary yang ia miliki.

Biasanya orang yang memang suka menulis diary pasti tak hanya memiliki satu diary saja. Begitupun Penulis Buku, Penulis Cerpen, Penulis Artikel dan sebagainya. Masing-masing pastilah memiliki banyak koleksi tulisan karena  (sekali lagi) menulis itu adalah proses panjang untuk bisa disebut sebagai Penulis.

Jadi jika seseorang ingin disebut sebagai Penulis, maka lewatilah proses panjang itu terlebih dahulu maka dengan sendirinya gelar Penulis itu akan menempel di dirinya. Tak perlu gembar-gembor, karena waktulah yang akan memutuskan apakah seseorang itu layak disebut Penulis atau tidak.

Yang membingungkan saya lagi, bagaimana dengan orang yang telah menulis cukup banyak cerpen atau artikel, buku dan sebagainya, tapi mendadak berhenti karena suatu alasan? Seperti saya misalnya hehe…

Sejak tahun 2008 saya sama sekali tidak menerbitkan buku apapun. Menulis cerpen hanya sesekali saja. Dua kali ikut menulis kisah sejati di buku keroyokan bareng Mbak Asma Nadia dkk. Meski sempat menang lomba beberapa waktu yang lalu, namun aktifitas menulis saya tak lebih dari sekadar menulis catatan di facebook atau blog pribadi saya ini. Penulis semacam apakah saya? Sudah pantaskan saya disebut Penulis yang sesungguhnya? Rasanya kok belum ya…

Rasanya proses yang harus saya lewati masih panjang, masih berliku, masih belum teruji… untuk disebut sebagai Penulis meski saya sama sekali tak pernah bercita-cita jadi Penulis! Karena itulah ketika ada orang yang bertanya (kesannya berguru) tentang cara jadi Penulis maka saya pun masih sering kebingungan menjawabnya. Mungkin karena proses saya yang masih belum cukup panjang hingga yang bisa saya bagi pun masih sangat sedikit. Dari yang sedikit itupun sebagiannya adalah contekan dari penulis senior.

Makanya saya pesankan, kalau bisa janganlah jadi Penulis itu dijadikan cita-cita. Itu hanyalah sebuah proses yang harus dilewati dengan sabar dan tekun. Jangan malas-malasan seperti saya hehe…

OK, selamat jadi Penulis! (V)

  • Share/Bookmark
bannerhpa

menulisyuk

Cara mudah membangun usaha tour & travel.

Berlalu Dalam Sunyi

2 September 2009 – 14:48

Aku melewati rumah susun itu dengan langkah agak cepat karena hari sudah hampir Magrib. Dan tanpa bisa dicegah, mataku melirik ke arah jendela salah satu rumah susun yang sedang terbuka ...

Ketika Damai Tercabik

31 Agustus 2009 – 05:09

Aku memperhatikan ayah membongkar aqals yang kami tempati selama seminggu ini. Sementara ibu nampak sibuk membenahi peralatan dapur yang bertebaran di dekat aqals. “Cepat sedikit, Omar! Matahari sudah tinggi!” seru ayah ...

Gadis Lembah Tsang Po

24 Agustus 2009 – 15:30

Gadis belia itu bernama Tritsun. Gadis dengan bola mata berkabut yang menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan berkelana di dataran tinggi Tibet. Ayahnya baru saja meninggal beberapa hari yang lalu akibat sakit ...

Sebuah Cermin di Teras Rumah

23 Agustus 2009 – 16:49

Ciputat, dari sebuah rumah mungil yang kutempati kini… Akhirnya dia benar-benar datang menemuiku setelah bertahun-tahun tak berjumpa. Seorang sahabat yg dulu kukenal seperti aku mengenal diriku sendiri, begitu aku menyebut kedekatan ...

Memaknai Takdir dari Sosok Mbah Surip

6 Agustus 2009 – 04:00

Sampai tadi malam saya masih bergumam-gumam dalam hati, kenapa ya Mbah Surip cepat banget perginya? Padahal dibilang cepat juga enggak, karena umurnya yang sudah tua. Mungkin saya menghitungnya dari kepopuleran ...

Inilah akhir hidup si Fulan…

3 Agustus 2009 – 03:28

Masih ingat kisah si Fulan dalam catatan saya yang berjudul Bu'dunnazar Seorang Syahid tempo hari? Nah, bagaimanakah akhir hidupnya yang menggetarkan? Tak perlu bertanya pada orang-orang beriman, mari kita simak ...

Hari-hari Berat

20 Juli 2009 – 15:15

Malam itu saya diliputi ketegangan luar biasa. Begitu sulit memejamkan mata. Bukan cuma karena kondisi saya yang terasa lemah tak berdaya, tapi lebih karena melihat kondisi Dinda. Bagaimana tidak, malam ...

Tiga Diva Mencari Arjuna

20 Juni 2009 – 07:27

Kenapa Diva? Karena ketiga perempuan yang akan saya ceritakan ini memang memiliki kelebihan menonjol di bidang masing-masing. Mereka teman-teman saya, sudah cukup matang secara usia. Dan kini mereka sedang mencari ...

Saya vs Dinda

20 Juni 2009 – 07:22

"Terimakasih, Bunda!" Dinda, dengan wajah ceria. "He-eh..." Saya, sambil lalu. "Sama-sama dong, jangan cuma he-eh!" Dinda, protes. "Eh iya, sama-sama, Sayang!" Saya, meralat. "Thank you, Mami!" Dinda, lagi-lagi dengan cerianya. "Iya." Saya, seadanya. "You are welcome, ...

Isi Email Prita Mulyasari yang Menyeretnya ke Penjara

7 Juni 2009 – 05:43

From: prita mulyasari [mailto:prita. mulyasari@ yahoo.com] Sent: Friday, August 15, 2008 3:51 PM To: Subject: Penipuan OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama anak-anak, ...

Awasi pembantu!

3 Juni 2009 – 07:42

Video ini hanya salah satu contoh betapa anak-anak kita butuh perhatian dan penjagaan lebih dari kita, jangan sampai menyesal di kemudian hari... Anak adalah amanah Allah. Jagalah mereka dengan sebaik-baiknya. Jika ...

Hari-hari Puitis (2)

1 Juni 2009 – 12:30

~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Mencintaimu Untuk pertama kali kutuliskan di sini ; aku mencintaimu dengan isyarat yang seharusnya terbaca oleh hatimu, karena aku tak kan berteriak pada angin atau bergumam pada malam… Aku hanya akan membisikkannya pada detak ...

Subuh Di Pantai Losari

27 Mei 2009 – 07:03

Pantai Losari, 10 Agustus 1950 Sang Orator itu termangu di depan jendela rumahnya, menatap jauh ke tepi fajar Subuh. Debur ombak pantai Losari seakan jadi perlambang gemuruh di dadanya. Dan ia ...

Hati-hati dengan telingamu!

9 Mei 2009 – 17:31

Kita sering salah kaprah menyikapi tahi telinga. Padahal fungsinya sangat penting untuk membersihkan kotoran yang masuk. Secara alamaiah, kotoran yang masuk akan kering dan keluar sendiri. Jadi tahi telinga tidak ...

Phobia Apakah Kamu? (part 2)

30 April 2009 – 16:11

Nih lanjutannya yang juga panjaaaaang banget! :-) Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan. Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide. Iophobia: Ketakutan bila melihat racun. Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan. Kathisophobia: Takut duduk. Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan. Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri ...

Phobia Apakah Kamu?

30 April 2009 – 16:07

Ternyata penyakit phobia ini banyaaaaak sekali macamnya. Coba kamu telisik, siapa tahu penyakitmu ada di antara sekian banyak phobia berikut ini! Kalau saya mah, kemarin baru merasa ngidap acrophobia doang, ...

Hi, Bush! How are you?

30 April 2009 – 15:56

Bukan bermaksud menambah popularitas Bush, cuma heran aja, kok dia bisa berpose kayak gitu, sih? Pose langka untuk seorang presiden :-)

TDW University, apaan seh?

19 April 2009 – 09:06

Tung Desem Waringin adalah Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia (Majalah Marketing) dan masuk dalam salah satu tokoh The Most Powerful People & Ideas in Business 2005 (Majalah ...

Wedding Anniversary, 16 April

16 April 2009 – 04:54

MENUJU UPACARA KHIDMAT Tak ada barisan para punggawa... Tak ada arak-arakan kereta kencana... Tak ada janur dan panji yang berjela-jela... Tak ada tabuhan genderang atau tiupan terompet yang menggema... Tak ada ...


Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :