Nashruddin Hoja (1)
Seorang filsuf dan moralitas terkenal singgah di kota tempat Nashruddin tinggal. Filsuf itu telah banyak mendengar tentang kebijaksanaan Nashruddin. Dia pun bermaksud untuk mengujinya. Untuk itu dia mengundang Nashruddin makan di sebuah restoran. Setelah memesan makanan mereka pun mulai berdiskusi.
Tak lama kemudian pelayan datang menghidangkan dua ekor ikan bakar. Salah satu ikan itu berukuran sangat besar dibanding ikan lainnya.
Tanpa ragu-ragu Nashruddin mengambil ikan yang besar. Sang filsuf mengerutkan kening tak percaya. Beginikah orang yang terkenal bijaksana?
Kemudian sang filsuf mengatakan bahwa apa yang dilakukan Nashruddin itu adalah suatu hal yang hina dan egois, bertentangan dengan prinsip-prinsip moral, etika dan kebijaksanaan. Nashruddin mendengarkan khotbah sang filsuf yang panjang lebar itu sampai selesai.
“Kalau begitu apa yang seharusnya saya lakukan, Tuan?” tanya Nashruddin.
“Saya, sebagai orang yang bijak, tidak akan mementingkan diri sendiri dan tentu akan mengambil ikan yang lebih kecil untuk diri saya,” jawab sang filsuf.
“Silakan kalau begitu. Berarti tidak ada masalah bukan? Semuanya sudah sesuai dengan yang Tuan katakan. Ini, ambillah ikan kecilnya!” kata Nashruddin sambil menyodorkan ikan yang kecil pada sang filsuf, lalu melanjutkan makannya dengan tenang. (V)









One Response to “Nashruddin Hoja (1)”
By AlexM on Agu 17, 2008 | Reply
Your blog is interesting!
Keep up the good work!