Nashruddin Hoja (3)
Hakim di desa Nashruddin suka menerima suap. Karena itu ia cepat menjadi kaya dan sangat pelit. Suatu hari ia melewati sebuah sungai dan tergelincir jatuh ke sungai.
Salah seorang penduduk datang menolong. Seraya membungkuk orang tersebut berkata, “Ayo berikan tanganmu, nanti aku tarik ke atas!”
Tapi si Hakim diam saja, tidak mau mengulurkan tangannya.
Nashruddin yang melihat kejadian itu mendekat dan berkata, “Kamu tidak tahu cara menyelamatkannya. Dia adalah pejabat yang tidak biasa dengan kata ‘berikan’ tetapi dia akan cepat tanggap dengan kata ‘terimalah’.”
Nashruddin lalu membungkuk di tepi sungai dan berseru pada si Hakim, “Terimalah tanganku, biar kutarik ke atas!”
Si hakim pun langsung mengulurkan tangannya, menyambut uluran tangan Nashruddin. (V)








