Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

Masa sih saya acrophobia?

Written on 12 Desember 2008 – 08:12 | by Via |

Sebenarnya saya tidak yakin mengindap acrophobia alias takut pada ketinggian. Tapi kok saya memang ngeri ya ketika berada di ketinggian? Waktu di atas pesawat dari Padang ke Jakarta tahun lalu, tiba-tiba kepala saya berdenyut keras saat melihat ke bawah. Setelah itu rasa pusing terus mencekoki saya. Padahal dulu waktu menempuh perjalanan udara pulang pergi Jakarta-Lombok, saya tidak merasakan hal yang sama.

Mungkin karena saya tidak kebagian duduk di pinggir hingga sulit melihat ke bawah. Apalagi waktu dalam perjalanan menuju Lombok, di sebelah kanan saya duduk Tukul Arwana yang membuat saya dan orang-orang di sekitar kami selalu tersenyum geli mendengar ocehannya. Dan saat perjalanan pulang ke Jakarta, saya juga kebagian duduk di tengah dan tak kepikiran melihat-lihat ke bawah. Otak saya malah lebih didominasi oleh rancangan-rancangan tentang novel bersetting Lombok yang akan saya tulis.

Setelah itu saya tidak pernah lagi naik pesawat. Ufff… kok mulai takut ya membayangkan naik pesawat?

Waktu hiking beberapa tahun silam, saya juga sempat merasakan ngilu di tungkai dan denyutan di sekitar kening saat melihat ke bawah kawah Gunung Gede. Jadi waktu berpose di pinggir kawah tersebut, saya berusaha mencari posisi paling aman :-)

Satu hal lagi yang mulai membuat saya berpikir mengidap acrophobia adalah mimpi yang sering saya alami. Saya paling sering bermimpi berada di tempat tinggi. Kadang gak cuma tinggi tapi juga miring hingga sangat rawan untuk jatuh. Sudah tidak bisa diingat lagi berapa kali saya mengalami mimpi yang menakutkan itu. Yang pasti saya sangat bersyukur tiap kali terbangun :-)

Mungkin jika naik pesawat, saya masih bisa berdalih, “Ini bukan takut pada ketinggian tapi takut pesawatnya jatuh kali.”

Okelah! Tapi bagaimana jika saya hanya berada di mal yang tentunya tidak akan jatuh seperti naik pesawat? Ini tentu berbeda. Tapi kengerian saya tidak ada bedanya. Saya tetap merasakan ngilu di persendian dan denyutan di kepala jika melihat ke bawah dari lantai dua, tiga dan seterusnya. Ujung-ujungnya saya akan merekayasa pikiran saya seolah-olah lantai di bawah itu gak ada. Hehe mungkin inilah yang disebut menipu diri sendiri. Kadang kesel juga, di saat ingin menikmati pemandangan dari ketinggian, saya malah merasa ngeri :-(

Yang lucu, saat menonton film katun Tom & Jerry berjudul Mouse in Manhattan. Hehehe maaf nih, kadang saya memang masih sangat menikmati film kartun yang satu ini. Dalam film itu ada adegan Jerry berada di atas sebuah gedung tinggi di Manhattan. Tiba-tiba saat menari, ia terpeleset dan nyaris jatuh ke bawah. Untunglah ada sebatang lilin yang tumbang dan dijadikannya pegangan. Saat berusaha naik meniti lilin tersebut, mendadak lilinnya patah dan siiuuuut… Jerry lagi-lagi nyaris jatuh dari ketinggian yang amat sangat tinggi. Untunglah ia masih sempat menyambar sumbu lilin dan segera melompat ke atas gedung.

Menyaksikan adegan itu jantung saya ikut kebat-kebit lho, padahal mana mungkin ada sejarahnya Tom atau Jerry mati meski setragis apapun kejadian yang menimpa mereka, iya kan? Tapi untuk yang satu ini saya hanya ingin berkomentar bahwa pembuat film itu memang hebat sekali karena bisa membuat saya ngeri saat menyaksikan kecilnya mobil di bawah sana saking tingginya gedung tersebut. Ketinggian yang nyaris ‘merenggut’ nyawa Jerry yang sedang bergelantungan di ujung lilin yang patah. Bagaimana tidak hebat, saya pun merasakan kelegaan Jerry saat pulang ke kotanya dan bertemu lagi dengan Tom setelah mengalami berbagai kejadian mengerikan selama di Manhattan. Tom pun terbengong-bengong saat langsung mendapat ciuman hangat dari Jerry.

Oops! Ini mau cerita tentang acrophobia atau Tom & Jerry sih? Ufff…entahlah! (V)

 

  • Share/Bookmark

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment


Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :