Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

Komunis Sang Imperialis

Written on 13 Oktober 2008 – 14:59 | by Via |

“Kita segera berangkat ke Baitullah al Haramain! Air zam-zam akan menyembuhkan jiwa orang-orang yang dihantam kelaliman. Aku ingin mengabarkan dan menjeritkan kedukaanku ini di hadapan para jamaah haji sedunia. Aku ingin mengajak semua kaum muslimin untuk berbondong-bondong membawa bendera tauhid dan membebaskan muslim Turkistan dari belenggu penjajahan kaum komunis!” ungkapku pada Najmah.

Ufuk di belakangku memancarkan sinar emasnya. Senja hampir berganti malam, seperti negeri kami yang kini tenggelam dalam kegelapan. Aku jadi teringat Mansur Darga, sahabatku yang gugur demi membela masjid sebagai rumah Allah. Aku juga teringat Osman Batur, jenderal sekaligus ulama yang berjalan dengan muka terangkat gagah menuju tiang gantungan. Mataku memerah menahan tangis. Dadaku demikian sesaknya menyimpan dendam terhadap penjajah yang telah mengobrak-abrik agama, bangsa dan negara Turkistan.

Demikianlah kisah negeriku yang telah menjadi Andalusia kedua. Kini negeriku telah hilang dan mungkin tak seorang pun lagi yang mengenalnya.

 Catatan:

Inilah salah satu karya Najib Kailani yang membuat saya sempat merasakan sesak di dada saat membacanya. Novel berjudul asli Layali Turkistan ini diterbitkan ulang oleh Media Insani dengan judul Komunis Sang Imperialis. Lewat novel ini kita bisa ‘menyaksikan’ bagaimana sebuah negeri yang begitu indah dan damai dikoyak-koyak oleh kekuatan imperialisme. Sungguh kekejaman dan kebiadaban kaum penjajah itu sangat tak masuk akal dan jauh melampaui nilai-nilai kemanusiaan.

Pernahkan terbayang oleh kita seorang jenderal digantung dengan menggunakan usus seorang ulama? Di Turkistan hal itu nyata adanya. Lewat kisah berlatar sejarah ini, saya jadi makin sadar betapa untuk menuju ‘hidup mulia atau mati syahid’ itu amat sangat tidak mudah. Dan ternyata, penderitaan dan perjuangan hidup kita belum ada apa-apanya! (V)

  • Share/Bookmark

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment


Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :