Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

Ketik REG SYIRIK kirim ke mana?

Written on 31 Desember 2008 – 09:57 | by Via |

smsMengawali hari pertama di tahun 2009 ini, saya ingin menyatakan salut untuk KPI yang telah berusaha gigih memantau dan meluruskan tayangan-tayangan ‘bermasalah’ di TV. Menurut saya itu sudah satu langkah positif terlepas dari kelemahan lembaga independen tersebut.

Tapi satu hal belakangan ini sering mengusik rasa keimanan saya (mudah-mudahan juga saudara-saudara seiman lainnya). Apaan tuh? Apalagi kalau bukan berseliwerannya iklan-iklan paranormal yang menyatakan ‘ketahuan’ mereka akan masa depan, jodoh, karir dan sebagainya. Padahal seringkali pula mereka itu ‘ketahuan’ bohongnya alias ngibul bin ngasal.

Nah, dalam agama yang saya anut, mendatangi peramal itu hukumnya syirik. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mempercayai peramal, maka dia terlepas dari apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.”  (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Shafiyyah binti Abi Ubaid bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu lalu ia membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR Muslim)

Lalu bagaimana dengan iklan SMS yang menghimbau penonton untuk diramal tadi? Memang, selalu dikatakan bahwa isi ramalan itu boleh dipercaya dan boleh tidak. Sebab kalau ada peramal yang mengatakan ramalan itu ‘harus dipercaya’ maka bisa dipastikan orang tersebut akan diseret ke pengadilan.

Tapi sebenarnya justru pada kata ‘boleh percaya’ inilah hawa syirik itu ditiupkan. Karena dalam Islam tidak ada kata ‘boleh’ untuk mempercayai sebuah ramalan.

“Ah, itu kan cuma untuk main-main, seru-seruan aja.” Mungkin begitu kata sebagian orang. Tapi apakah pantas  untuk alasan sepele itu kita mempertaruhkan keyakinan?

Sekarang muncul satu pertanyaan penting; kepada siapa kekhawatiran ini kita alamatkan? Ketik REG SYIRIK kirim ke KPI? Atau ke MUI? Atau ke pemerintah? Entahlah. Karena saya sendiri tidak tahu apakah masing-masing elemen itu merasa bahwa ini wewenang mereka. Sebab seringkali sebuah lembaga menolak ‘mengurusi’ sebuah masalah karena merasa itu bukan wewenangnya.

Mungkin kita butuh ulama yang tegas seperti Buya Hamka, yang mengeluarkan fatwa tanpa diminta. Yang penting beliau sudah melakukan tugasnya sebagai ulama, sebagai tokoh pemerintah dan sebagai individu tentunya.

Selagi kita belum menemukan kemana REG SYIRIK ini akan dikirim, mungkin lebih baik dikirim saja ke diri kita masing-masing.

Sebab Rasulullah pernah berpesan, “Istafti qalbak! (Mintalah fatwa pada hatimu!)”.

Jika kita sudah yakin untuk menjauh dari jurang syirik itu maka ketiklah UNREG SYIRIK dan kirimkan pada Allah sebagai bentuk keyakinan mutlak kita pada-Nya. (V)

(Maaf, mungkin topik ini hanya khusus untuk ummat Islam)

  • Share/Bookmark

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment


Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :