Tuhan Yang Sama
Seorang guru mengamati shalat salah satu muridnya dengan seksama. Begitu murid yang diamati selesai, sang guru memanggil dan menanyainya.
“Wahai Fulan, aku perhatikan ketika shalat wajib tadi kamu tampak khusyuk dan tenang. Tapi kenapa ketika shalat sunah kamu tampak tergesa-gesa menyelesaikannya?”
Si murid menjawab, “Bukankah nilai dan hukum kedua shalat itu memang berbeda? Yang satu wajib, yang lain sunah.”
Sang guru menatap muridnya sejenak, lalu berkata, “Tapi apakah kamu lupa bahwa tuhan yang kamu sembah adalah tuhan yang sama?”
Si murid terdiam.
Sang guru melanjutkan, “Dan tahukah kamu, bahwa shalat sunah itu adalah hadiah, tanda kecintaan seorang hamba terhadap tuhannya. Tak ada dosa saat meninggalkannya, namun diganjar pahala saat melakukannya. Apakah pantas kamu menyepelekan ibadah yang merupakan tanda kecintaanmu terhadap-Nya? Apakah hanya karena hukum wajib sebuah ibadah lalu kamu menganggapnya lebih utama daripada yang sunah? Sekali lagi ingatlah, tuhan yang kamu sembah adalah yang itu juga, Allah!”
Si murid tertunduk, seakan baru sadar betapa selama ini ia telah keliru memandang makna sebuah ibadah. (V)








