Hari-hari puitis
TIBA-TIBA
Tiba-tiba aku ingin pergi jauh
Aku ingin pergi jauh
Ingin pergi jauh
Pergi jauh
Jauh
Tiba-tiba…
Aku ingin berada jauh di sana, di sampingmu
SEBAGAIMANA
Ingin kukabarkan kesunyian ini pada desaunya dedaunan, sebagaimana telah kukabarkan kegelapan pada percikan kilat di langit kelam, namun keengganan seakan mematriku pada satu keyakinan, bahwa selamanya kau tak akan kutemukan!
Haruskah kukabarkan penatnya hati pada embun tengah hari, sebagaimana kukabarkan kecewa pada kepakan burung yang terluka? Tidak! Biarlah sunyi berlalu mendendangkan irama sepi, sebagaimana penat menarikan kegalauan, sebab sebagaimana yang kuyakini, kau tak kan pernah hadir di sini!
3 Mar 2004 | 11:09 am | Saat penantian kembali sia-sia
SENYAP
Hening… bersamamu akan kucoba eja lagi tiap desah napas ini, karena hanya kaulah yang selalu ada untukku. Semoga dalam hening ini kutemukan bening hatiku…
Sunyi… bersamamu akan kucoba eja lagi tiap detak jantung ini, karena hanya kaulah yang selalu ada untukku. Semoga dalam sunyi ini kutemukan tulus hatiku…
Sepi… bersamamu akan kucoba eja lagi tiap denyut nadi ini, karena hanya kaulah yang selalu ada untukku. Semoga dalam sepi ini kutemukan damai hatiku…











