(Hanya) Teori Kepenulisan; Tema (part 2)
Nah, sekarang kita lanjutkan lagi pembicaraan mengenai TEMA.
Setelah kita memiliki banyak alternatif tema yang akan ditulis, langkah berikutnya adalah memilih tema mana yang paling menarik untuk ditulis. Setidaknya ada 4 Kriteria untuk itu:
-Baru
“Ah basi!” Komentar itu sering kita dengar dari orang yang baru selesai membaca sebuah cerita Hal ini karena ternyata banyak sekali cerita-cerita yang ‘itu-itu aja’. Contohnya : seorang begajulan, terlibat konflik, ikut ngaji, dapat hidayah trus tobat. Cerita ini sudah tidak menarik. Karena itu seorang penulis perlu melihat sesuatu dengan kacamata yang berbeda hingga sesuata yang biasa menjadi suatu hal yang baru.
-Aneh atau unik
Sesuatu yang aneh atau unik juga merupakan sebab cerita itu menjadi menarik. Sebab segala hal yang aneh atau unik selalu menjadi pusat perhatian orang banyak.
-Populer atau dekat dengan keseharian
Seorang pembaca cenderung untuk membaca bacaan yang berkaitan dengan dirinya atau setidaknya memiliki ikatan emosional dengan dirinya. Contohnya ketika kita dihadapkan dengan dua buah berita pembunuhan, maka kita cenderung untuk membaca berita yang terjadi di daerah kita. Hal ini mungkin yang menjadi penyebab redaksi memilih cerita yang berkaitan dengan moment-moment tertentu. Misalnya moment Lebaran, Hari Ibu dan sebagainya.
-Luar Biasa
Cerita-cerita yang berbeda dengan biasanya juga merupakan daya tarik tersendiri. Unsur tragis, dahsyat yang merupakan indikasi dari kejadian luar biasa pasti selalu menarik untuk disimak dan menimbulkan rasa penasaran.
Berikutnya kita kembangkan tema yang akan kita tuliskan menjadi tulisan yang baik. Ada dua cara untuk mengembangkan tema menjadi tulisan yang baik.
Menggunakan peta pikiran
Yaitu dengan menuliskan pokok-pokok pikiran pada selembar kertas yang kita tempelkan di dinding.
Menggunakan gaya penulisan bebas dan spontan
Kita bisa menulis apapun yang terlintas di kepala, langsung di komputer atau di atas kertas. Biarkan emosi dan pikiran anda bekerjasama untuk menyelesaikannya. Biasanya dalam kondisi ini emosi lebih dominan. Hingga tulisan jadi kurang terkontrol. Tapi jangan khawatir, hasil tulisan yang kurang di sana-sini itu bisa kok kita edit lagi setelah semua yang ada di kepala tertuangkan.
Jadi, kira-kira demikianlah uraian simpel tentang tema atau ide tulisan. Nanti kita bicarakan aspek lain dari teori kepenulisan ini. (V)








