Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

(Hanya) Teori Kepenulisan; LATAR (Setting)

Written on 5 Januari 2009 – 06:07 | by Via |

alam4Latar merupakan background sebuah cerita, tempat kejadian, daerah penuturan atau wilayah yang melingkupi sebuah cerita.

Latar ini bisa kita bedakan menjadi empat;

Latar Tempat

Latar tempat menggambarkan lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah cerita. Penggambaran latar tempat ini hendaklah tidak bertentangan dengan realita tempat yang bersangkutan, hingga pembaca (terutama yang mengenal tempat tersebut) menjadi tidak yakin dengan apa yang kita sampaikan. Kecuali kalau kita memang ingin menciptakan tempat yang benar-benar fiktif seperti novel saya, Bayangan Lenggini. Kok contohnya karya saya lagi, ya? Hehe biasa, demi menghindari resiko jika salah menyebutkan karya orang lain. Atau promosi? Ah, itu pastilah!

Latar Waktu

Latar Waktu menggambarkan kapan sebuah peristiwa itu terjadi. Dalam sebuah cerita sejarah, hal ini penting diperhatikan. Sebab waktu yang tidak konsisten akan menyebabkan rancunya sejarah itu sendiri. Latar waktu juga meliputi lamanya proses penceritaan. Nah, kalau ini contoh yang tepat adalah novel Titip Rindu Buat Ibu. Karya siapa? Ya pastinya Novia Syahidah dong, hihi… Itu kan novel. Cerpen? Ada kok cerpen yang menceritakan kisah si Tokoh dari lahir sampai meninggal, ada juga yang hanya menceritakan peristiwa selama satu malam, satu jam, bahkan bisa juga lebih singkat dari itu.

Latar Sosial

Latar sosial mencakup hal-hal yang berhubungan dengan kondisi tokoh atau masyarakat yang diceritakan dalam sebuah cerita. Termasuk di dalamnya adat istiadat, keyakinan, perilaku, budaya, dan sebagainya. Latar sosial sangat penting diketahui secara benar sebagaimana latar tempat, sebab hal ini berkaitan erat dengan nama, bahasa dan status tokoh dalam cerita.

Latar Emosional

Latar emosional lebih sering muncul saat membangun konflik, hingga ia memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah cerita. Ada cerita yang secara keseluruhan hanya bercerita tentang konflik emosi seorang tokoh, hingga latar cerita pun total berupa emosi. Latar emosi ini biasanya terbaca melalui dialog-dialog, perenungan dan kecamuk perasaan si Tokoh.

Nah, kira-kira mana latar cerita yang kamu sukai, silakan pilih sendiri! (V)

  • Share/Bookmark

Related Posts

Put your related posts code here
  1. 2 Responses to “(Hanya) Teori Kepenulisan; LATAR (Setting)”

  2. By hanifa ma on Jan 9, 2009 | Reply

    teringat seorang penulis sumbar bernama Muthmainnah, menulis banyak novel dan cerpen religius. boleh jadi uni novia syahidah kenal, atau mungkin sahabat di annida, lingkar pena dll. salam hormat. hanifa marisa,kotakecil, 7 koto talago, guguk, 50 kota.

  3. By Via on Jan 9, 2009 | Reply

    iya kenal, tp blm pernah ketemu. eh hanifa di koto kociak? saya di pdg kandi :-)

Post a Comment


Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :