Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

Dongeng Sebelum Tidur

Written on 15 Maret 2009 – 06:39 | by Via |

dongengKebiasaan mendongengkan anak sebelum tidur sepertinya tidak mentradisi dalam keluarga saya. Entahlah, mungkin karena itu bukan kebiasaan orang-orang di kampung saya. Jadi dongeng Cinderella dan Putri Salju itu hanya saya dapatkan dari buku-buku cerita saja, bukan dari penuturan orang tua saya. Bagi kami, ketika tiba waktunya tidur, maka kami akan berangkat ke tempat tidur tanpa ada dongeng yang mengantar kami ke alam mimpi.

Tapi saya memiliki kenangan tersendiri tentang dongeng waktu kecil. Dongeng yang selalu saya dengar pada malam hari, meski tidak tiap malam dan bukan pula sebelum tidur. Bukan tentang Cinderella, Putri Salju dan berbagai dongeng indah lainnya. Melainkan tentang cerita hantu!

Ya, cerita hantu itu sangat sering saya simak ketika kecil dari mulut orang tua-tua. Yang paling sering menceritakannya pada saya adalah seorang bibi yang saya panggil Odang. Meski selalu takut mendengarnya, tapi saya pula yang sering meminta beliau bercerita. Dan meskipun ceritanya itu-itu saja, saya seakan tak pernah bosan mendengarnya.

Cerita yang paling saya ingat adalah tentang seorang perempuan yang suka menumbuk pada malam hari. Bunyi lesung yang beradu dengan alu sebenarnya tak begitu berisik jika yang ditumbuk cuma beras atau padi. Tapi orang tersebut selalu mengeluarkan suara berisik jika menumbuk, apalagi ia menumbuk pada malam hari, dimana orang-orang sudah berselimut dalam malam. Apakah yang ditumbuk perempuan itu malam-malam begini? Kenapa suara benda yang ditumbuknya begitu keras seperti suara…

Tulang! Itulah yang sedang ditumbuknya. Ternyata perempuan itu bukanlah manusia. Dia adalah hantu! Hantu yang selalu berkata, “Lalu angin, lalu den…”

Artinya kira-kira begini; jika ada lobang sekecil apapun yang bisa dilewati angin maka ia akan bisa pula melewatinya bersama angin yang bertiup itu. Hiiiyyy… jiwa kanak-kanak saya selalu bergidik membayangkannya. Angin yang bertiup dari ventilasi rumah mendadak terasa lebih dingin dan mistis, hehehe…

Jangan bayangkan kampung saya terang benderang di malam hari seperti di kota. Tidak, kampung saya waktu itu belum kenal PLN. Malam dan keheningannya yang mutlak masih menjadi selimut kegelapan yang mencekam. Kondisi yang sangat membangun bagi cerita yang didongengkan oleh Odang saya tadi.

Ada lagi cerita berkesan, yaitu tentang sekelompok orang yang menggotong mayat di tengah malam. Wih, ceritanya nggak kalah serem dibanding yang tadi. Namun seperti yang saya katakan di atas, meski takut dan tidak berani tidur sendirian, saya tidak bosan meminta beliau mengulang-ulang ceritanya.

Dan bagi saya, itulah dongeng yang  sangat saya nikmati ketika kecil. Bukan Cinderella atau Putri Salju, melainkan cerita hantu! (V)

  • Share/Bookmark

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment


Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :