Nashruddin Hoja (2)
Seseorang datang pada Nashruddin dan memintanya untuk menjadi saksi palsu, “Aku akan memberimu uang bila kau mau menjadi saksi bahwa aku telah memberi hutang gandum kepada si Fulan.”
“Baiklah tapi serahkan dulu uangnya,” kata Nashruddin.
Nashruddin pun menghadap hakim yang menyidangkan perkara tersebut, dan hakim itu ternyata sudah disuap pula. Nashruddin pun ditanya tentang kesaksiannya.
“Apakah engkau melihat jelas transaksi itu?” tanya hakim.
“Ya, dengan jelas saya melihat karung-karung berisi terigu itu berpindah tangan,” jawab Nashruddin lantang.
“Tapi ini kasus gandum bukan terigu!” tegur hakim.
“Itu bukan masalah. Selama tuntutan yang diajukan bohong, kesaksiannya palsu dan pengadilannya memihak, apa bedanya gandum dengan terigu?”
Wajah hakim dan penuntut pun merah padam menahan malu. (V)








