Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!

(Hanya) Teori Kepenulisan; ALUR (Plot)

Written on 28 Desember 2008 – 03:13 | by Via |

labirinAlur atau plot dalam sebuah cerita memiliki pengertian yang cukup luas. Tapi kurang lebih pengertiannya adalah sebagai berikut:
Alur adalah jalan cerita yang memaparkan apa, bagaimana, dan mengapa sebuah cerita. Atau ringkasnya, alur itu adalah bentuk dari sebuah jalan cerita.

Hm, biar lebih paham dan tidak pusing, kita lihat saja bagaimana kaidah dalam pengaluran sebuah cerita.

Dalam pembangunan sebuah cerita yang memiliki kekuatan dalam pengaluran, sedikitnya ada 4 kaidah yang harus diperhatikan.

Kebolehjadian (Plausibility)

Sebuah cerita walaupun tidak masuk akal haruslah memiliki unsur kebolehjadian. Dalam artian, cerita tersebut memiliki nilai kebenaran untuk dirinya sendiri. Sebuah cerita dikatakan plausibel (memiliki logika) jika tokoh-tokohnya dan dunianya serta jalinan peristiwa-peristiwa yang dikemukakan mungkin saja dapat terjadi. Karena itu sebuah cerita haruslah memiliki sifat konsisten.

Tegangan (Suspense)

Sebuah cerita yang baik adalah cerita yang membuat pembacanya tidak berhenti membacanya sampai cerita itu selesai. Karena itu, cerita yang baik pastilah memiliki kadar suspense yang tinggi dan terjaga. Banyak yang beranggapan bahwa tegangan merupakan hal yang berhubungan dengan ketidaktahuan pembaca terhadap lanjutan cerita. Tetapi sebenarnya tegangan juga meliputi rasa empatik pembaca terhadap kelanjutan nasib si Tokoh.

Beberapa cara untuk membangun suspense:

- Dengan memberikan isyarat (foreshadowing)

- Dengan membangun empati pembaca terhadap tokoh

- Dengan menyimpan sebuah informasi penting dari pembaca dan mengungkapkannya di akhir cerita

Kejutan (Surprise)

Kejutan juga merupakan unsur yang membuat cerita menjadi menarik. Plot sebuah karya fiksi dikatakan memiliki kejutan jika sesuatu yang dikisahkan ditampilkan menyimpang atau bahkan bertentangan dengan harapan pembaca. Cerita-cerita detektif umumnya banyak mengandung unsur kejutan.
Untuk membangun kejutan ini, biasanya diceritakan dulu jalan cerita yang konvensional. Lalu kemudian dihapus dan dirubah jalan cerita itu sebesar 180 derajat. Perubahan itu bisa saja terjadi dalam alur, karakter, ending dan sebagainya.

Kesatuan (Fokus)

Keterpaduan antara alur, karakter, konflik dan unsur-unsur lainnya akan sangat membantu untuk mempertahankan cerita. Jika tidak ada keterkaitan peristiwa yang satu dengan yang lainnya, maka bangunan cerita akan rapuh dan tidak bulat. Dengan demikian, ketegangan akan sulit tercipta. Pembaca akan merasa mengambang dalam menghubungkan bagaimana satu peristiwa dengan peristiwa lainnya bisa terjadi.

Nah, berikut jenis-jenis Alur:

Alur Konfrontasional
Alur ini dapat diciptakan karena adanya konflik antar tokoh. Umumnya adalah Protagonis melawan Antagonis. Satu yang perlu ditekankan di sini adalah yang namanya tokoh itu tidak harus manusia. Ia bisa saja alam, kondisi sosial, dll.

Alur Non Konfrontasional
Alur ini disebut juga alur non konvensional. Alur ini biasanya berupa Biografi, Kisah Perjalanan, dsb

Alur Kombinasi
Merupakan paduan kedua alur sebelumnya.

Alur atau Plot memiliki kepadatan yang berbeda di setiap cerita. Tergantung pilihan penulisnya. Nah, kepadatan alur ini terbagi dua: Alur Padat (Cerita disajikan secara cepat) dan Alur Longgar (Cerita disajikan secara lambat).

Kalau berdasarkan urutan waktu, maka alur dibagi tiga; Alur Maju, Alur Mundur (flash-back) dan Alur Campuran

Trus, bagaimana cara membuat alur yang baik?

Dari Setting
Saya biasa membentuk alur dari latar (setting). Kondisi sosial dan budaya merupakan latar yang biasa biasa saya pilih dalam membangun alur cerita. Sebab saya menemukan kemudahan dengan cara seperti ini dibanding cara lain. Selain karena masalah budaya merupakan sumber yang tidak habis-habisnya untuk dieksplorasi, saya juga mendapat pengayaan wawasan.

Dari Tokoh
Ada beberapa penulis yang alur ceritanya lahir dari tokohnya sendiri. Mereka dalam menulis tidak pernah membuat kerangka dan menentukan ending ceritanya dari awal. Tetapi jalan cerita itu muncul dan mengalir bersamaan dengan proses penulisan. Inilah yang dimaksud dengan tokoh menemukan alurnya sendiri.

Josip Novakovich dalam bukunya Berguru kepada Sastrawan Dunia, memberikan rumus terbentuknya plot sbb: SETTING+TOKOH=PLOT

Dari Cerita Lain yang diparodikan
Cerita lain yang diparodikan biasanya dibuat sebagai latihan menulis. Ismail Marahimin (Dosen FIB UI) menerapkannya kepada mahasiswanya. Latihan memparodikan cerita lain selain melatih kemampuan pengeplotan, juga melatih kemampuan pengembangan tema.

Kira-kira demikian uraian soal ALUR. Cukup singkat, padat dan…bingung? Hehe, yang penting nulis aja, ini kan hanya teori.  (V)

  • Share/Bookmark

Related Posts

Put your related posts code here
  1. 3 Responses to “(Hanya) Teori Kepenulisan; ALUR (Plot)”

  2. By Gandhi Anwar on Feb 24, 2010 | Reply

    Terima kasih infonya… :)

  3. By sysyahadah on Apr 10, 2010 | Reply

    hatur nuwun infonya bantu buangeee..t

  4. By Via on Apr 13, 2010 | Reply

    sama2…

Post a Comment


Salam

Selamat datang di web pribadi saya! Semoga kita sama-sama mendapat manfaat darinya... More


Status YM

Internet Sehat

lencana


Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :